Rutin Makan 3 Biji Kurma Setiap Hari, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Kebiasaan menyantap tiga biji kurma per hari sudah lama di kenal, terutama di bulan Ramadan. Praktik ini biasanya di lakukan saat berbuka puasa. Namun, pola konsumsi tersebut sebenarnya tidak terbatas pada momen keagamaan saja.

Di berbagai negara Timur Tengah hingga Asia, kurma menjadi bagian dari menu harian karena kandungan gizinya yang padat. Siapa pun bisa mengonsumsinya, baik anak muda, pekerja aktif, hingga lansia. Dengan porsi yang wajar, yakni sekitar tiga butir per hari, tubuh berpotensi memperoleh manfaat nutrisi tanpa asupan gula berlebihan.

Kurma bukan hanya buah bercita rasa manis. Di dalamnya tersimpan karbohidrat alami, serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh.

Sumber Energi Alami yang Cepat Diserap

Tiga butir kurma mengandung glukosa dan fruktosa, dua jenis gula alami yang mudah diproses tubuh menjadi energi. Itulah sebabnya kurma sering di jadikan menu pembuka saat berbuka puasa karena mampu mengembalikan stamina dengan cepat.

Energi yang di hasilkan tidak hanya instan. Kurma juga memiliki karbohidrat kompleks yang membantu menjaga kestabilan kadar energi lebih lama. Banyak orang mengonsumsinya di pagi hari sebagai asupan sebelum beraktivitas.

Dalam konteks kebutuhan harian, tambahan energi dari tiga kurma relatif cukup bagi tubuh tanpa membuat rasa kenyang berlebihan.

Melancarkan Pencernaan dan Cegah Sembelit

Serat menjadi salah satu keunggulan utama kurma. Asupan tiga butir setiap hari sudah mampu membantu memperlancar gerakan usus, sehingga risiko sembelit dapat di tekan.

Baca Juga :  8 Pantangan Diabetes yang Wajib Diperhatikan

Serat tersebut juga mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna. Keseimbangan mikrobiota usus berperan besar dalam menjaga sistem pencernaan tetap stabil.

Bagi masyarakat dengan pola makan rendah serat, menambahkan kurma dalam menu harian bisa menjadi langkah sederhana untuk memperbaiki kualitas pencernaan.

Menjaga Kesehatan Jantung

Kurma mengandung kalium dan magnesium, dua mineral yang berperan dalam menjaga tekanan darah tetap terkendali. Tekanan darah yang stabil membantu menurunkan risiko gangguan kardiovaskular.

Di sisi lain, antioksidan seperti flavonoid dan karotenoid membantu melawan radikal bebas. Senyawa tersebut berkontribusi dalam mengurangi peradangan yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Kombinasi mineral dan antioksidan membuat kurma layak di sebut sebagai camilan yang mendukung kesehatan pembuluh darah.

Bantu Kendalikan Gula Darah

Walau rasanya manis, kurma memiliki indeks glikemik yang cenderung sedang hingga rendah, tergantung varietasnya seperti kurma Ajwa atau Medjool. Jika di konsumsi dalam jumlah terbatas, lonjakan gula darah bisa tetap terkendali pada orang sehat.

Kunci utamanya ada pada porsi. Tiga biji per hari umumnya masih dalam batas aman. Bagi penyandang di abetes, konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan sebelum menjadikannya konsumsi rutin.

Pendekatan moderasi lebih di anjurkan daripada menghindari sepenuhnya, selama kondisi kesehatan memungkinkan.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin B6, zat besi, dan berbagai antioksidan dalam kurma berperan mendukung sistem imun. Zat besi membantu produksi sel darah merah, sehingga risiko anemia bisa di tekan.

Baca Juga :  9 Makanan Perusak Ginjal yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini

Ketika tubuh memiliki kadar hemoglobin yang cukup, suplai oksigen ke jaringan menjadi lebih optimal. Dampaknya terasa pada tingkat energi dan kebugaran harian.

Asupan rutin dalam jumlah wajar dapat menjadi pelengkap pola makan bergizi seimbang.

Baik untuk Kesehatan Otak

Sejumlah penelitian menunjukkan antioksidan dalam kurma berpotensi membantu menekan peradangan pada jaringan otak. Peradangan kronis sering di kaitkan dengan penurunan fungsi kognitif.

Nutrisi tersebut di yakini mendukung kesehatan sel saraf dalam jangka panjang. Meski bukan satu-satunya faktor penentu, pola makan kaya antioksidan memang berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih baik.

Menggabungkan kurma dengan gaya hidup aktif dan istirahat cukup akan memberikan manfaat yang lebih maksimal.

Konsumsi Secukupnya, Rasakan Manfaatnya

Meski kaya nutrisi, kurma tetap mengandung kalori dan gula alami. Mengonsumsinya secara berlebihan bisa berdampak pada asupan energi harian.

Tiga biji per hari menjadi takaran yang sering di anjurkan karena seimbang antara manfaat dan kontrol kalori. Kurma bisa di nikmati langsung, di campur oatmeal, atau di padukan dengan kacang-kacangan sebagai camilan sehat.

Langkah kecil seperti ini kerap menjadi awal perubahan pola makan yang lebih baik. Konsisten dan terukur, tubuh pun merasakan dampaknya.(Tim)

Berita Terkait

Cara Alami Turunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Obat
10 Menu Buka Puasa Rendah Kalori agar Berat Badan Tetap Stabil
7 Buah untuk Menurunkan Berat Badan Secara Alami dan Sehat
Tips Minum Saat Puasa Agar Tidak Cepat Haus
Buah untuk Mata Sehat yang Bantu Jaga Penglihatan Tetap Tajam
Makanan untuk Vertigo: 6 Asupan Bantu Redakan Pusing Berputar
6 Buah Pengganti Nasi untuk Diet Sehat dan Energi Stabil
Pola Puasa Sehat Ramadhan 2026, Ahli Gizi IPB Beberkan Panduannya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:00 WIB

Rutin Makan 3 Biji Kurma Setiap Hari, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:00 WIB

Cara Alami Turunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Obat

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:00 WIB

7 Buah untuk Menurunkan Berat Badan Secara Alami dan Sehat

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:00 WIB

Tips Minum Saat Puasa Agar Tidak Cepat Haus

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:00 WIB

Buah untuk Mata Sehat yang Bantu Jaga Penglihatan Tetap Tajam

Berita Terbaru

Kesehatan

Cara Alami Turunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Obat

Sabtu, 28 Feb 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi.

Batanghari

Kasus Campak Batang Hari Tembus 101 Suspek, Enam Positif

Sabtu, 28 Feb 2026 - 21:00 WIB