Klikinaja, Kerinci – Danau Kerinci bukan sekadar pemandangan indah yang memanjakan mata, melainkan jantung kehidupan bagi ribuan nelayan di sekitarnya. Namun, populasi ikan asli yang kian menyusut menjadi ancaman nyata bagi dapur warga. Menjawab tantangan ini, tokoh masyarakat Monadi bersama PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) turun tangan langsung melakukan aksi penebaran benih ikan endemik.
Langkah ini diambil untuk memastikan keseimbangan alam tetap terjaga sekaligus memberikan suntikan semangat bagi para nelayan tradisional yang menggantungkan hidup dari hasil danau.
Penebaran benih kali ini berfokus pada jenis ikan endemik atau ikan asli setempat. Mengapa harus ikan endemik? Karena spesies asli memiliki daya adaptasi yang jauh lebih kuat terhadap suhu dan kualitas air Danau Kerinci dibandingkan ikan dari luar daerah.
Monadi menjelaskan bahwa keberadaan ikan endemik sangat vital untuk menjaga rantai makanan tetap stabil. Tanpa campur tangan manusia untuk melakukan restocking atau pengisian kembali, populasi ikan asli dikhawatirkan akan kalah bersaing dengan spesies invasif yang tidak sengaja terbawa ke perairan ini.
Kehadiran PT KMH dalam inisiatif ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui program kepedulian lingkungan, perusahaan ini mendukung penuh langkah Monadi dalam mengembalikan kejayaan hayati Danau Kerinci.
Kolaborasi semacam ini sangat dibutuhkan. Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat menyediakan visi serta pemetaan wilayah, sementara sektor swasta memberikan dukungan sumber daya untuk eksekusi di lapangan. Hasilnya adalah dampak nyata yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Dampak dari penebaran benih ini memang tidak instan, namun dalam beberapa bulan ke depan, ribuan ikan tersebut akan tumbuh besar dan siap panen. Hal ini diprediksi akan meningkatkan pendapatan nelayan yang selama ini mengeluhkan sulitnya mendapatkan tangkapan yang melimpah.
“Kita ingin danau ini kembali produktif. Ikan melimpah, nelayan sejahtera, dan anak cucu kita masih bisa menikmati hasil alam asli daerahnya sendiri,” ungkap Monadi di sela-sela kegiatan.









