KLIKINAJA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) di perkirakan masih bergerak menguat pada awal pekan. Untuk perdagangan Senin, 2 Maret 2026, logam mulia ini di sebut berpeluang mendekati bahkan menyentuh level Rp 3.150.000 per gram.
Prediksi itu di sampaikan pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi. Ia menilai tren kenaikan masih terbuka, dengan target resisten pertama di Rp 3.150.000 per gram. Jika dorongan beli berlanjut, harga berpotensi mengarah ke resisten berikutnya di kisaran Rp 3.400.000 per gram.
Proyeksi tersebut muncul setelah harga emas Antam mencatat penguatan signifikan di akhir Februari. Kenaikan tajam dalam dua hari terakhir menjadi sinyal bahwa minat pasar terhadap aset lindung nilai kembali menguat.
Skenario Koreksi dan Level Penopang
Walau peluang naik cukup besar, pasar emas tetap dinamis. Ibrahim memperkirakan koreksi tipis bisa terjadi jika tekanan jual muncul pada awal pekan.
Apabila harga melemah, emas Antam di proyeksikan turun ke Rp 3.045.000 per gram. Jika koreksi berlanjut, area Rp 3.000.000 per gram di pandang sebagai batas penopang terdekat yang berpotensi menahan penurunan lebih dalam.
Pergerakan ini akan sangat di pengaruhi sentimen global, termasuk fluktuasi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah. Dalam beberapa pekan terakhir, emas global cenderung stabil di tengah ketidakpastian ekonomi internasional, sehingga mendorong investor kembali melirik instrumen safe haven.
Update Harga Terbaru dan Rekor Tertinggi
Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam pada Sabtu, 28 Februari 2026, melonjak Rp 40.000 menjadi Rp 3.085.000 per gram. Sehari sebelumnya, Jumat (27/2/2026), harga sudah lebih dulu naik Rp 6.000 ke posisi Rp 3.045.000 per gram.
Rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) emas Antam tercatat pada 29 Januari 2026 di level Rp 3.168.000 per gram. Artinya, harga saat ini hanya terpaut tipis dari puncak historis tersebut.
Harga buyback atau pembelian kembali pada Sabtu (28/2/2026) juga terkerek Rp 40.000 ke posisi Rp 2.864.000 per gram. Kenaikan buyback ini biasanya menjadi indikator meningkatnya nilai jual kembali emas di pasar domestik.
Berikut rincian harga emas Antam per 28 Februari 2026 (belum termasuk pajak):
0,5 gram: Rp 1.592.500
1 gram: Rp 3.085.000
2 gram: Rp 6.110.000
3 gram: Rp 9.140.000
5 gram: Rp 15.200.000
10 gram: Rp 30.345.000
25 gram: Rp 75.737.000
50 gram: Rp 151.395.000
100 gram: Rp 302.712.000
250 gram: Rp 756.515.000
500 gram: Rp 1.512.820.000
1.000 gram: Rp 3.025.600.000
Transaksi emas batangan mengikuti ketentuan PMK No 34/PMK.10/2017. Pembelian dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Untuk buyback di atas Rp 10 juta, tarif PPh 22 sebesar 1,5 persen (NPWP) dan 3 persen (non-NPWP), yang di potong langsung dari total nilai transaksi.
Kondisi harga yang mendekati rekor tertinggi membuat emas kembali menjadi sorotan. Bagi investor jangka panjang, momentum seperti ini sering di manfaatkan untuk menambah portofolio. Namun, bagi trader jangka pendek, pergerakan menuju area resisten akan menjadi penentu arah selanjutnya: menembus rekor baru atau tertahan oleh aksi ambil untung.(Tim)









