KLIKINAJA – Layanan angkutan perintis milik Perum DAMRI untuk rute Padang Aro–Pelompek resmi beroperasi sejak Selasa, 24 Februari 2026. Peluncuran di lakukan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Solok Selatan dan di hadiri Bupati Solok Selatan, Khairunas, bersama Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda.
Rute ini menghubungkan RTH Padang Aro di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dengan Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Jalur tersebut selama ini dikenal sebagai lintasan penting bagi warga yang beraktivitas lintas kabupaten, baik untuk sekolah, berdagang, maupun urusan keluarga.
Kehadiran bus DAMRI memberi alternatif transportasi umum yang lebih pasti. Warga yang sebelumnya mengandalkan kendaraan pribadi atau tumpangan kini memiliki pilihan angkutan dengan jadwal tetap dan tarif terjangkau.
Tarif Terjangkau, Jadwal Pasti
Untuk sekali perjalanan, penumpang umum di kenakan tarif Rp8.000. Sementara pelajar cukup membayar Rp3.000. Skema ini di siapkan agar layanan bisa menjangkau masyarakat luas, terutama pelajar dan pekerja harian.
Operasional bus berlangsung setiap Senin hingga Sabtu. Keberangkatan dari Padang Aro menuju Pelompek di jadwalkan pukul 07.15 WIB. Bus kemudian kembali dari Pelompek ke Padang Aro pada pukul 15.00 WIB.
Bupati Khairunas menegaskan bahwa kehadiran DAMRI bukan sekadar membuka trayek baru, melainkan upaya memperkuat pergerakan ekonomi warga di wilayah perbatasan.
“Transportasi ini di harapkan memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, termasuk distribusi hasil kebun dan perdagangan antarwilayah,” ujar Khairunas.
Ia menilai akses yang lebih mudah akan membantu petani dan pedagang kecil memperluas jangkauan pasar mereka.
Perkuat Konektivitas Antarwilayah
Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, memandang konektivitas sebagai kunci percepatan pembangunan daerah. Jalur Padang Aro–Pelompek di nilai strategis karena menghubungkan sejumlah wilayah produktif di Sumatera Barat dan Jambi.
“Jika akses transportasi lancar, maka perputaran ekonomi ikut bergerak. Rute ini bisa menjadi penghubung strategis antara Solok Selatan, Solok, Dharmasraya hingga Kerinci,” kata Zigo.
Secara geografis, Solok Selatan dan Kerinci memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, serta pariwisata alam. Kawasan Gunung Tujuh dan sekitarnya kerap menjadi tujuan wisata domestik, namun akses transportasi umum yang terbatas membuat mobilitas belum optimal.
Program angkutan perintis seperti DAMRI umumnya mendapat dukungan pemerintah untuk menjangkau daerah yang belum di layani angkutan komersial reguler. Skema ini tidak hanya membuka akses sosial, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan.
Jika tingkat keterisian penumpang stabil, peluang penambahan frekuensi perjalanan terbuka. Dampaknya bisa di rasakan langsung oleh pelajar yang menempuh pendidikan lintas daerah maupun pedagang yang rutin membawa hasil bumi ke pasar.
Di tengah kebutuhan transportasi yang aman dan terjangkau, rute ini menjadi langkah awal memperkuat simpul konektivitas di kawasan perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.(Tim)









