KLIKINAJA – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melakukan perombakan struktur birokrasi dengan melantik 142 pejabat Administrasi dan Pengawas di lingkungan pemerintah daerah. Pelantikan tersebut di pimpin langsung oleh Bupati Sarolangun H. Hurmin pada Rabu (4/3/2026).
Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Sarolangun. Agenda ini menjadi salah satu langkah awal pemerintah daerah untuk memperkuat kinerja organisasi sekaligus mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda turut hadir menyaksikan pelantikan tersebut. Di antaranya Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Sekretaris Daerah Muhammad Arief, Pabung Kodim 0420/Sarko Mayor Inf Abdul Aziz, Wakapolres Sarolangun Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom., M.H, Kajari Sarolangun Rolly Manampiring, S.H., M.H, serta Ketua Pengadilan Negeri Sarolangun Novarina Manurung, S.H.
Kegiatan ini juga di hadiri Ketua TP PKK Sarolangun Ny. Hj. Risha Fitria Hurmin, Ketua GOW Sarolangun Ratna Shafira Nafitri Rolan, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Sarolangun Ny. Lilis Sumiati Arief, bersama para kepala OPD serta tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Hurmin menjelaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan yang di lakukan merupakan bagian dari evaluasi kinerja aparatur sekaligus penyesuaian kebutuhan organisasi pemerintahan.
Ia mengingatkan para pejabat yang di lantik agar memahami bahwa jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan tanggung jawab yang harus di jalankan dengan penuh integritas.
“Jabatan ini bukan sekadar kursi untuk diduduki, tetapi amanah yang harus di pertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Tuhan. Saya berharap saudara-saudara bekerja dengan ikhlas, cerdas, dan penuh komitmen,” ujar Hurmin.
Isi Posisi Strategis
Sebanyak 142 pejabat yang di lantik tersebut menempati berbagai jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun, mulai dari Eselon III hingga Eselon IV.
Beberapa posisi yang di isi antara lain:
Camat dan Lurah di sejumlah wilayah Kabupaten Sarolangun
Kepala Bagian dan Kepala Subbagian di Sekretariat Daerah
Sekretaris Dinas dan Sekretaris Badan
Kepala Bidang dan Kepala Seksi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
Jabatan administrasi lainnya di lingkungan pemerintahan daerah
Penempatan pejabat pada posisi tersebut di nilai memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan jalannya pelayanan masyarakat di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Dalam sistem pemerintahan daerah, pejabat administrasi dan pengawas menjadi penggerak utama operasional birokrasi. Mereka berperan mengoordinasikan program kerja, memastikan pelayanan berjalan efektif, serta menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah daerah dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Camat dan Lurah Diminta Proaktif
Bupati Hurmin secara khusus memberikan pesan kepada para Camat dan Lurah yang baru di lantik agar bekerja lebih aktif dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
Menurutnya, aparatur pemerintah di tingkat wilayah harus mampu membaca situasi di lapangan dan mencari solusi tanpa selalu menunggu instruksi dari pemerintah kabupaten.
Visi pembangunan “Sarolangun Maju” di sebut hanya dapat di wujudkan apabila aparatur pemerintah daerah memiliki integritas serta komitmen kuat dalam melayani masyarakat.
“Saya minta Camat dan Lurah segera bekerja, turun langsung melihat kondisi masyarakat, mengenali masalah yang ada, dan mencari solusi inovatif tanpa harus menunggu instruksi dari kabupaten,” tegasnya.
Peran Camat dan Lurah di nilai sangat penting karena mereka menjadi garda terdepan pelayanan publik. Banyak persoalan masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan hingga pembangunan lingkungan, di selesaikan melalui pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Integritas Jadi Prioritas
Pada bagian akhir sambutannya, Bupati Hurmin kembali menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia mengingatkan para pejabat agar tidak menyalahgunakan kewenangan, terutama yang berkaitan dengan anggaran pemerintah.
Menurutnya, anggaran daerah harus di gunakan secara transparan dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar di rasakan masyarakat.
“Tidak boleh ada yang bermain-main dengan anggaran. Integritas adalah harga mati dalam pemerintahan yang saya pimpin,” tegasnya.(Tim)









