KLIKINAJA – Aparat kepolisian masih terus mengusut dugaan serangan siber yang menyerang sistem layanan digital Bank Jambi. Penyelidikan di lakukan untuk menelusuri penyebab gangguan serta mengidentifikasi pihak yang di duga terlibat dalam insiden tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena sempat berdampak pada sejumlah rekening nasabah. Tim penyidik kini mengumpulkan berbagai data dan keterangan guna memetakan kronologi kejadian secara utuh.
Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Kombes Pol Taufik, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung dan melibatkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dari internal bank.
“Kami masih mendalami seluruh aspek dalam kasus ini. Pimpinan hingga staf Bank Jambi sudah di mintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan,” kata Taufik, Rabu (4/3).
Polisi Telusuri Nilai Kerugian dan Kronologi Serangan
Dari hasil pendataan awal yang di lakukan penyidik, nilai kerugian sementara akibat serangan siber tersebut sudah mulai teridentifikasi. Meski begitu, aparat kepolisian belum merinci jumlah kerugian secara resmi karena proses verifikasi masih berjalan.
Penyidik juga berupaya menelusuri bagaimana sistem perbankan tersebut bisa di tembus oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Langkah ini di lakukan dengan memeriksa log sistem, aktivitas digital, serta kemungkinan celah keamanan yang di manfaatkan pelaku.
“Nilai kerugian sementara sudah terdata berdasarkan pendataan awal. Namun proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan seluruh detail kejadian,” ujar Taufik.
Penelusuran tersebut tidak hanya berfokus pada kerugian finansial, tetapi juga pada pola serangan digital yang di gunakan. Hal ini penting untuk memastikan apakah serangan tersebut di lakukan secara terorganisasi atau melalui eksploitasi celah keamanan tertentu.
Dana Nasabah Telah Dikembalikan
Di tengah proses penyelidikan yang berlangsung, manajemen Bank Jambi menyampaikan bahwa dana nasabah yang sempat terdampak telah di kembalikan sepenuhnya.
Pihak bank memastikan saldo yang sempat hilang akibat gangguan sistem sudah di pulihkan sehingga nasabah tidak mengalami kerugian finansial. Pengembalian dana dilakukan setelah tim internal bank melakukan verifikasi terhadap transaksi yang terdampak.
Bank Jambi saat ini juga masih melakukan proses pemulihan sistem, khususnya pada layanan digital seperti mobile banking dan internet banking. Tujuannya agar layanan kembali stabil dan dapat di gunakan secara normal oleh nasabah.
Dalam pernyataan resminya, manajemen bank menyebut penguatan sistem keamanan digital sedang di lakukan sebagai langkah pencegahan. Upaya ini mencakup peningkatan perlindungan jaringan, audit keamanan, serta pengawasan aktivitas sistem secara lebih ketat.
Serangan siber terhadap lembaga keuangan memang menjadi tantangan yang semakin sering terjadi seiring meningkatnya penggunaan layanan perbankan digital. Banyak bank kini memperkuat sistem keamanan berbasis enkripsi, pemantauan transaksi real-time, hingga teknologi deteksi anomali untuk mengantisipasi potensi kejahatan digital.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan akan terus berjalan hingga seluruh fakta terungkap. Jika ditemukan unsur pidana, aparat memastikan proses hukum akan di lanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.(Tim)









