KLIKINAJA – Ratusan kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Muaro Jambi masih menunggu pencairan gaji dan tunjangan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Hingga awal Maret 2026, hak para aparatur desa tersebut belum juga di terima.
Kondisi ini terjadi ketika masyarakat Muslim tengah bersiap menyambut Idul Fitri. Bagi sebagian besar perangkat desa, momen tersebut biasanya identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Gaji yang belum cair bukan hanya dialami oleh kepala desa. Sekretaris desa, perangkat desa hingga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga mengalami hal yang sama. Mereka mengaku belum menerima pembayaran sejak awal tahun.
Seorang kepala desa di wilayah Muaro Jambi yang meminta identitasnya tidak di publikasikan mengungkapkan bahwa hingga memasuki bulan ketiga tahun 2026, belum ada tanda-tanda pencairan gaji maupun insentif.
“Sudah lebih dari dua bulan kami belum menerima gaji. Sekarang sudah masuk bulan Maret, tapi pembayaran juga belum ada,” ujarnya.
Beban Ekonomi Menjelang Lebaran
Keterlambatan pembayaran tersebut mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari para aparatur desa. Sebagian di antara mereka harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga agar tetap dapat memenuhi kebutuhan keluarga.
Menjelang Lebaran, kondisi itu semakin menekan karena kebutuhan biasanya meningkat, mulai dari persiapan mudik, kebutuhan dapur, hingga kebutuhan anak-anak.
“Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut tentu cukup berat bagi kami. Apalagi menjelang Lebaran, pengeluaran rumah tangga biasanya bertambah,” katanya.
Walau menghadapi keterbatasan ekonomi, para perangkat desa tetap menjalankan tugas pemerintahan seperti biasa. Pelayanan administrasi kepada masyarakat tetap di buka setiap hari kerja.
Beberapa aparat desa bahkan mengaku tetap berusaha menjaga kualitas pelayanan agar masyarakat tidak terdampak oleh persoalan internal anggaran tersebut.
Pemerintah Pastikan Proses Pencairan Berjalan
Para perangkat desa berharap pemerintah daerah dapat segera menyelesaikan proses pencairan dana agar gaji dan tunjangan dapat di terima sebelum Hari Raya.
“Kami berharap sebelum Lebaran gaji dan tunjangan perangkat desa serta BPD sudah di bayarkan,” ujar salah seorang perangkat desa.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Muaro Jambi, Umar, menyatakan bahwa proses pencairan anggaran saat ini sedang berjalan.
Ia menjelaskan pemerintah daerah masih menyelesaikan sejumlah tahapan administrasi sebelum dana tersebut dapat di salurkan kepada pemerintah desa.
“Insyaallah dalam minggu depan sudah di cairkan,” kata Umar singkat.
Keterlambatan pencairan dana desa sebenarnya bukan hal baru di sejumlah daerah. Proses administrasi, verifikasi dokumen, hingga penyesuaian anggaran sering kali menjadi faktor yang membuat penyaluran dana tidak bisa di lakukan tepat waktu.
Di banyak desa, ADD menjadi sumber utama pembiayaan operasional pemerintahan desa, termasuk untuk membayar gaji perangkat desa. Ketika pencairannya tertunda, dampaknya langsung di rasakan oleh aparatur desa yang bergantung pada penghasilan tersebut.
Karena itu, para perangkat desa di Muaro Jambi berharap proses administrasi dapat segera selesai sehingga hak mereka bisa di terima sebelum Lebaran tiba.(Tim)









