KLIKINAJA – Bupati Merangin M Syukur menegaskan komitmennya untuk memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kabupaten Merangin menuju Kabupaten Tebo. Kepastian itu di sampaikan saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah di Desa Sri Sembilan, Kecamatan Tabir Timur, Minggu (8/3/2026).
Kunjungan tersebut turut di hadiri Wakil Bupati A Khafidh, Wakil Ketua DPRD, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Merangin.
Dalam dialog bersama warga, Syukur mengakui kondisi jalan di Tabir Timur memang masih menjadi salah satu keluhan utama masyarakat, terutama bagi warga yang menggantungkan aktivitas ekonomi dari sektor perkebunan dan perdagangan antarwilayah.
Meski pemerintah daerah harus menghadapi pengurangan anggaran sekitar Rp240 miliar pada tahun 2026, pembangunan jalan di kawasan tersebut tetap di masukkan dalam agenda prioritas.
“Persoalan jalan di Tabir Timur ini memang cukup berat. Namun pemerintah tetap bertanggung jawab. Tahun 2026 pembangunan jalan tetap kita lakukan,” ujar Syukur.
Ia menyebut telah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk menambah sejumlah titik pembangunan agar mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih lancar.
Alat Berat Disiagakan
Pemerintah Kabupaten Merangin juga menyiapkan langkah alternatif untuk menjaga akses jalan tetap bisa di gunakan masyarakat. Salah satunya dengan menempatkan alat berat di wilayah tersebut.
Kebijakan ini di ambil sebagai solusi sementara di tengah keterbatasan anggaran untuk pembangunan jalan secara menyeluruh, terutama pengaspalan yang membutuhkan biaya cukup besar.
“Yang penting jalan tetap bisa di lalui. Kita pastikan aktivitas masyarakat, terutama untuk ekonomi dan distribusi hasil kebun, tetap berjalan,” katanya.
Akses jalan di wilayah perbatasan memang memiliki peran penting bagi masyarakat pedesaan. Selain menjadi jalur distribusi hasil perkebunan seperti sawit dan karet, jalan tersebut juga menjadi penghubung utama antara desa-desa di Kecamatan Tabir Timur dengan pusat ekonomi di daerah lain.
Perbaikan jalan di kawasan perbatasan juga dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal karena mempermudah arus barang, jasa, dan mobilitas warga.
Program Pendidikan dan Kesehatan
Kunjungan Safari Ramadan itu tidak hanya membahas soal pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerah juga memaparkan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Merangin.
Di sektor pendidikan, pemerintah menyiapkan program beasiswa kuliah bagi siswa berprestasi, bantuan perlengkapan sekolah, hingga pelatihan bahasa asing gratis di sejumlah sekolah.
Sementara di bidang kesehatan, fasilitas pelayanan di RSUD Kolonel Abundjani terus di tingkatkan untuk memperluas akses layanan bagi masyarakat.
Pemkab Merangin juga menambah kuota program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) hingga 10.000 peserta.
Bupati meminta para kepala desa agar aktif melakukan pendataan warga yang membutuhkan bantuan kesehatan, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan saat harus mendapatkan pelayanan medis di Bangko.
Bantuan Ekonomi dan Pesantren
Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga mengumumkan sejumlah program dukungan bagi sektor ekonomi masyarakat dan lembaga keagamaan.
Program tersebut meliputi bantuan sebesar Rp100 juta bagi pesantren yang telah terdaftar secara resmi, subsidi bibit sawit untuk petani, bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta dukungan bagi pegawai syarak di desa-desa.
Bantuan ini di harapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat desa sekaligus meningkatkan aktivitas sosial dan keagamaan selama bulan Ramadan.
Program MBG Jadi Peluang Ekonomi Desa
Bupati juga menanggapi berbagai informasi yang beredar terkait program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
“Jangan mudah percaya hoaks. Program MBG ini justru membuka peluang usaha bagi masyarakat. Kebutuhan telur, ayam, hingga sayur sangat besar,” ujarnya.
Syukur mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di setiap desa untuk memanfaatkan peluang tersebut. Dengan keterlibatan BUMDes, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat di pasok langsung dari masyarakat setempat.
Langkah ini di harapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Tim)









