KLIKINAJA – Pemerintah daerah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tengah menyiapkan langkah baru untuk memperkuat pengendalian banjir sekaligus memperbaiki sistem tata air di wilayah lahan basah.
Salah satu upaya yang di rencanakan adalah pengadaan satu unit excavator amphibi yang di rancang khusus untuk bekerja di medan rawa dan perairan dangkal.
Rencana tersebut di sampaikan Bupati Dillah Hikmah Sari saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda Pandan Jaya, Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa alat berat jenis amphibi di butuhkan untuk mempercepat proses normalisasi saluran air yang selama ini sering terhambat oleh kondisi lapangan. Banyak parit dan sungai di wilayah tersebut di penuhi gulma serta endapan lumpur yang sulit di tangani dengan alat berat konvensional.
“Dengan alat ini, proses pengerukan parit dan sungai yang sulit di jangkau oleh alat berat biasa bisa di lakukan lebih cepat dan lebih efektif,” ujarnya.
Kehadiran alat tersebut di harapkan mampu mempercepat pekerjaan pembersihan saluran air yang selama ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya genangan di sejumlah wilayah.
Perbaikan Tata Air Jadi Prioritas
Bupati Dillah menegaskan bahwa pembenahan sistem tata air merupakan agenda penting pemerintah daerah. Wilayah Tanjung Jabung Timur yang di dominasi kawasan rawa membuat pengelolaan saluran air menjadi faktor krusial dalam mengurangi potensi banjir.
Normalisasi parit, kanal, dan sungai di nilai sebagai langkah strategis agar aliran air tetap lancar, terutama saat musim hujan dengan curah yang tinggi.
“Saluran air yang lancar tidak hanya membantu menekan risiko banjir, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian serta mempermudah distribusi hasil perkebunan masyarakat,” jelasnya.
Kondisi drainase yang baik juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak warga di wilayah tersebut menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan, sehingga kelancaran aliran air menjadi faktor penting bagi keberhasilan produksi.
Di sejumlah wilayah pesisir dan rawa di Tanjabtim, saluran air yang tersumbat sering memicu genangan berkepanjangan. Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dapat merusak lahan pertanian jika tidak segera di tangani.
Alat Khusus untuk Wilayah Rawa
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Dedy Novrianika, menjelaskan bahwa excavator amphibi merupakan alat berat yang di rancang untuk bekerja di area berair seperti rawa, sungai, maupun kawasan berlumpur.
Alat ini di lengkapi ponton kedap air sehingga mampu mengapung di permukaan air dangkal sekaligus tetap stabil ketika melakukan pengerukan atau pembersihan saluran.
Menurutnya, karakteristik alat tersebut sangat sesuai dengan kondisi geografis Tanjung Jabung Timur yang memiliki banyak kawasan lahan basah.
“Excavator amphibi dapat langsung bekerja di lokasi tanpa harus membuat akses jalan sementara seperti pada penggunaan alat berat biasa,” katanya.
Selama ini, penggunaan excavator konvensional di kawasan rawa sering membutuhkan biaya tambahan. Pekerjaan biasanya harus di awali dengan pembuatan jalur khusus atau menggunakan tongkang untuk memindahkan alat berat ke lokasi pekerjaan.
Kondisi tersebut tentu memerlukan waktu dan anggaran yang tidak sedikit.
“Alat ini memungkinkan pekerjaan di lakukan langsung di medan rawa tanpa perlu membangun kanal atau jalur konstruksi baru,” pungkasnya.(Tim)









