Anjing Liar di Sungai Penuh Kian Meresahkan, Penertiban Terkendala Anggaran

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KLIKINAJA – Warga di Sungai Penuh kembali di buat resah dengan kemunculan anjing liar di sejumlah titik kota. Hewan-hewan tersebut kerap terlihat di sekitar perkantoran, ruang terbuka publik, hingga ruas jalan padat kendaraan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran, terutama bagi pejalan kaki dan pengendara yang melintas.

Aktivitas anjing liar yang bergerombol dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan. Beberapa warga bahkan mengaku waswas saat beraktivitas pagi atau sore hari ketika hewan-hewan itu lebih sering muncul.

Rencana Penangkapan dan Karantina

Pemerintah kota melalui Dinas Peternakan dan Perikanan telah menyiapkan langkah penanganan. Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Aries Armen, menyampaikan pihaknya sudah menyusun skema penertiban dengan metode penangkapan dan karantina sementara.

Ia menuturkan bahwa timnya telah memetakan lokasi-lokasi yang dianggap rawan. “Kami sudah mengidentifikasi titik-titik yang sering dilaporkan warga dan menyiapkan penanganan bertahap,” kata Aries, belum lama ini.

Penangkapan itu di rancang untuk mengurangi potensi gangguan sekaligus menekan risiko gigitan yang bisa berdampak pada kesehatan masyarakat. Setelah di tangkap, anjing liar akan di tempatkan di fasilitas penampungan guna memastikan pengawasan lebih terkontrol.

Baca Juga :  Program Cek Kesehatan Gratis Sudah Jangkau 29 Juta Warga, Perempuan Mendominasi

Namun rencana tersebut belum berjalan optimal. Keterbatasan alat tangkap dan minimnya sarana pendukung menjadi hambatan utama di lapangan.

“Kendala kami ada pada peralatan yang belum memadai. Tanpa dukungan sarana, proses penertiban sulit di lakukan maksimal,” ujarnya.

Delapan Kasus Gigitan Tercatat

Data Dinas Peternakan dan Perikanan mencatat sepanjang 2026 terdapat delapan kasus gigitan hewan peliharaan di Sungai Penuh. Meski sebagian besar tergolong ringan, angka ini tetap menjadi alarm kewaspadaan.

Aries menegaskan bahwa pencegahan harus di lakukan sejak dini agar tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih serius. “Kasusnya memang tidak berat, tapi tetap harus di cegah agar tidak menimbulkan risiko lanjutan,” tuturnya.

Baca Juga :  Keunggulan Game Plinko Penghasil Saldo DANA

Di sisi lain, tanggung jawab pemilik hewan peliharaan juga menjadi sorotan. Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak membiarkan anjing berkeliaran tanpa pengawasan, karena dapat memicu kecelakaan maupun konflik sosial.

Fenomena anjing liar di kawasan perkotaan sebenarnya bukan hanya terjadi di Sungai Penuh. Banyak daerah menghadapi persoalan serupa akibat kurangnya pengendalian populasi dan rendahnya kesadaran pemilik hewan. Tanpa regulasi dan pengawasan yang konsisten, populasi bisa meningkat cepat dalam waktu singkat.

Pengendalian populasi idealnya di barengi edukasi, sterilisasi, serta dukungan anggaran yang memadai. Upaya represif semata sering kali tidak cukup bila tidak di ikuti pendekatan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi faktor penentu agar lingkungan tetap aman tanpa mengabaikan aspek kesejahteraan hewan.

Dengan langkah terukur dan dukungan fasilitas yang memadai, persoalan anjing liar di Sungai Penuh di harapkan dapat segera tertangani sehingga aktivitas warga kembali nyaman.(Tim)

Berita Terkait

Bulog Jambi Gelontorkan 200 Ton Beras SPHP per Hari Jelang Ramadan
Kejati Kaltara Geledah Lima Kantor Dinas, Usut Dugaan Korupsi Tambang
Musrenbang 2027 Muaro Jambi Dibuka Sekda, Bahar Jadi Sorotan
Perda Desa Wisata Jambi Resmi Berlaku, 58 Desa Siap Naik Kelas
Alfin Salurkan Sembako Ramadhan dan RLHB Baznas di Sungai Penuh
PETI Diduga Masuk TNKS, 20 Alat Berat Rusak Perbatasan Kerinci–Merangin
104 Kotak Amal Terindikasi Terorisme di Bungo, Pemkab Perketat Izin Sedekah Publik
Pemkot Jambi Kaji Jam Kerja ASN Demi Keluarga Lebih Harmonis
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:00 WIB

Anjing Liar di Sungai Penuh Kian Meresahkan, Penertiban Terkendala Anggaran

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:00 WIB

Bulog Jambi Gelontorkan 200 Ton Beras SPHP per Hari Jelang Ramadan

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:00 WIB

Kejati Kaltara Geledah Lima Kantor Dinas, Usut Dugaan Korupsi Tambang

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:00 WIB

Musrenbang 2027 Muaro Jambi Dibuka Sekda, Bahar Jadi Sorotan

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:00 WIB

Alfin Salurkan Sembako Ramadhan dan RLHB Baznas di Sungai Penuh

Berita Terbaru