KLIKINAJA – Hujan deras yang tak kunjung reda selama beberapa hari terakhir memicu banjir, longsor, dan pergerakan tanah di sejumlah wilayah Sumatera. Ribuan rumah terendam, puluhan ribu warga terdampak, dan korban jiwa dilaporkan meningkat. Empat daerah, Padang, Aceh, Tapanuli Selatan, dan Sibolga, kini menetapkan status darurat bencana untuk mempercepat penanganan.
Empat Daerah Alami Dampak Terparah
Gelombang cuaca ekstrem sejak pekan lalu menyebabkan berbagai wilayah menghadapi situasi darurat. Aliran sungai meluap, tebing runtuh, dan banyak permukiman terisolasi. Berikut laporan lengkap kondisi di tiap daerah.
Padang: Lebih dari 27 Ribu Penduduk Terendam
Banjir kembali meningkat di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (25/11) dini hari setelah hujan mengguyur kota tanpa henti. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang mencatat 27.433 warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, menyebut luapan air memperparah situasi di sejumlah kecamatan. Ia mengatakan, “Banjir meluas di banyak titik dan puluhan ribu warga merasakan dampaknya.”
Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah terparah dengan 20.983 jiwa terdampak. Selain merendam permukiman, akses jalan dan fasilitas umum juga banyak yang tak bisa dilewati.
Aceh: 9 Kabupaten/Kota Dihantam Banjir dan Longsor
Aceh menjadi provinsi dengan sebaran dampak paling luas. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat banjir dan longsor melanda 9 kabupaten/kota, memengaruhi 46.893 jiwa dari 14.235 KK. Sebanyak 1.497 jiwa harus mengungsi antara 18–26 November 2025.
Hujan berintensitas tinggi, angin kencang, dan kondisi tanah yang labil menjadi pemicu utama bencana.
Beberapa wilayah terdampak antara lain:
Bireuen: tujuh kecamatan terendam banjir luapan, air belum menunjukkan tanda surut.
Lhokseumawe: empat kecamatan mengalami banjir dan longsor sejak 20 November.
Aceh Timur: 11 kecamatan masih tergenang, ribuan warga kesulitan beraktivitas.
Langsa: 110 rumah terkena banjir kiriman dari perkebunan sawit PTPN I.
Bener Meriah dan Gayo Lues: longsor dan banjir meluas di banyak kecamatan.
Aceh Singkil: luapan Sungai Lae Cinedang menenggelamkan wilayah dengan ketinggian air 50–80 cm.
Aceh Utara dan Aceh Selatan: puluhan kecamatan terendam, dengan sebagian wilayah mulai surut.
Total sembilan daerah kini menetapkan status darurat hidrometeorologi, termasuk Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Singkil, Abdya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat.
Tapanuli Selatan: 15 Korban Jiwa, Ribuan Mengungsi
Bencana di Tapanuli Selatan (Tapsel) menjadi yang paling mematikan. Hujan intens sejak Senin (24/11) memicu banjir besar dan longsor di 11 kecamatan, menyebabkan 15 warga meninggal dan sekitar 3.000 KK mengungsi.
Korban terbanyak berasal dari Kecamatan Batangtoru dengan 13 jiwa meninggal. Puluhan warga juga mengalami luka berat dan ringan.
Sejumlah daerah seperti Sipirok, Marancar, Angkola Barat, Angkola Selatan, Muara Batangtoru hingga Angkola Muaratais terdampak parah. Banyak desa terputus akibat jalan tertutup material longsor.
Tim BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan telah membuka akses dan mengevakuasi warga. Pemerintah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak 25 November. Kebutuhan mendesak meliputi 3.000 paket sembako, 200 family kit, 50 tenda keluarga, 5 perahu karet, serta alat berat.
Sibolga: Rumah Terseret Arus dan Longsoran Meluas
Di Sibolga, Sumatera Utara, banjir besar menerjang beberapa kelurahan di tiga kecamatan: Sibolga Utara, Sibolga Selatan, dan Sibolga Kota. Arus air yang kuat menyapu rumah warga serta menyeret sejumlah kendaraan.
Material berupa lumpur, batang pohon, hingga puing bangunan turut terbawa banjir, memperparah kerusakan. Longsor juga melanda banyak titik seperti Angin Nauli, Simare-mare, Hutabarangan, hingga Pancuran Dewa. Tiga rumah dan satu ruko mengalami kerusakan, sementara satu warga terluka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan cuaca ekstrem masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, dan daerah rawan longsor. Pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat evakuasi dan penyaluran bantuan ke wilayah terdampak.(Tim)









