BBM Subsidi Disedot PETI, Gubernur Jambi Ancam Tindak Tegas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA.COM – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Provinsi Jambi justru di warnai persoalan serius. Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkap adanya praktik penyalahgunaan, di mana sebagian kuota BBM subsidi di duga kuat dialihkan ke aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Kondisi ini di nilai menjadi salah satu pemicu kelangkaan BBM yang belakangan dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah. BBM yang semestinya di peruntukkan bagi warga justru di gunakan untuk menopang kegiatan tambang ilegal yang terus beroperasi.

Ia menjelaskan, temuan tersebut bukan sekadar dugaan. Pemerintah telah menemukan indikasi kuat di lapangan, bahkan beberapa kasus sudah berhasil di ungkap aparat.

“Faktanya memang ada BBM subsidi yang masuk ke tambang ilegal. Ini sudah pernah kita temukan dan ada juga yang tertangkap,” ujar Al Haris, Minggu (23/3/2026).

SPBU Di ingatkan Tidak Bermain Mata

Gubernur Al Haris kembali menegaskan peringatan kepada seluruh pengelola SPBU di wilayah Jambi agar tidak terlibat dalam praktik distribusi BBM yang menyimpang. Ia meminta petugas SPBU tetap berpegang pada aturan dan memprioritaskan masyarakat yang berhak.

Menurutnya, BBM subsidi adalah hak masyarakat kecil, bukan untuk kepentingan industri ataupun pihak bermodal besar, terlebih lagi untuk mendukung aktivitas ilegal seperti PETI.

Baca Juga :  112 Rumah Ibadah Ramah Pemudik Disiapkan Kemenag Jambi untuk Mudik Lebaran 1447 H

“Jangan sampai tergoda keuntungan sesaat. Utamakan masyarakat, bukan perusahaan atau pelangsir yang menyuplai tambang ilegal,” tegasnya.

Dua Langkah Strategis Disiapkan

Untuk menutup celah penyalahgunaan, Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan langkah konkret. Salah satunya dengan melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) guna menjembatani kebutuhan BBM industri secara resmi.

Skema ini di harapkan mampu mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap BBM subsidi, sekaligus memutus praktik pembelian ilegal yang selama ini terjadi di lapangan.

Langkah berikutnya, Pemprov Jambi akan menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk membentuk tim khusus pengawasan dan penindakan.

“Kalau masih ada perusahaan yang nekat membeli BBM subsidi, tentu akan kita tindak tegas,” kata Al Haris.

PETI: Antara Ekonomi dan Kerusakan Lingkungan

Di tengah upaya penertiban, Al Haris juga menyinggung realitas sosial yang terjadi di lapangan. Aktivitas PETI diakui masih menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat.

Namun, ia menekankan adanya batasan yang tidak boleh di langgar. Penambangan tradisional dengan cara mendulang masih bisa di toleransi karena tidak merusak lingkungan secara signifikan.

Sebaliknya, penggunaan alat berat seperti ekskavator di nilai berisiko besar terhadap kerusakan alam dan harus di hentikan tanpa kompromi.

Baca Juga :  20 Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi Perumda Tirta Mayang, Ini Nama-namanya

“Kalau sekadar mendulang untuk kebutuhan hidup, itu kita pahami. Tapi kalau sudah pakai alat berat, itu tidak bisa di biarkan,” tegasnya.

Komitmen Pengawasan Diperkuat

Pemerintah Provinsi Jambi memastikan pengawasan distribusi BBM subsidi akan di perketat, terutama menjelang Lebaran yang identik dengan lonjakan kebutuhan energi.

Pengawasan tidak hanya menyasar SPBU, tetapi juga jalur distribusi hingga potensi penyelewengan di tingkat lapangan. Dengan langkah ini, pemerintah berharap distribusi BBM bisa kembali tepat sasaran.

Di sisi lain, persoalan PETI memang bukan isu baru di Jambi. Aktivitas ini kerap muncul karena faktor ekonomi, minimnya lapangan kerja, serta tingginya harga emas di pasar global yang mendorong masyarakat mengambil risiko.

Namun tanpa pengawasan ketat, dampaknya bisa meluas. Kerusakan lingkungan, pencemaran sungai, hingga konflik sosial menjadi ancaman nyata jika praktik ini terus di biarkan.

Karena itu, penertiban distribusi BBM subsidi menjadi salah satu pintu masuk penting untuk menekan aktivitas tambang ilegal. Ketika suplai energi di putus, operasional PETI di harapkan ikut melemah.

Langkah tegas yang disiapkan Pemprov Jambi ini di harapkan tidak hanya mengatasi kelangkaan BBM, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menertibkan aktivitas tambang ilegal dan melindungi lingkungan.(Tim)

Berita Terkait

128 Warga Binaan Rutan Sungai Penuh Terima Remisi Idul Fitri 2026, Didominasi Kasus Narkotika
Usulan Ganti Nama Kota Sungai Penuh Jadi Kota Kerinci Tuai Pro dan Kontra
Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Halal Bihalal Gubernur Jambi di Bangko
Polres Kerinci Gerak Cepat Tertibkan Dugaan Pungli Parkir Rp15 Ribu di Telun Berasap
DLH Sungai Penuh Siagakan Armada Hadapi Lonjakan Sampah Lebaran
Tarif Parkir Telun Berasap Disorot, Ini Penjelasan Kadishub Kerinci
Pelepasan Jemaah Haji Pondok Tinggi Perkuat Tradisi dan Solidaritas Warga
Wisata Agam Siap Dikunjungi Saat Lebaran 2026, Ini 5 Lokasinya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:23 WIB

BBM Subsidi Disedot PETI, Gubernur Jambi Ancam Tindak Tegas

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:14 WIB

Usulan Ganti Nama Kota Sungai Penuh Jadi Kota Kerinci Tuai Pro dan Kontra

Selasa, 24 Maret 2026 - 08:28 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Halal Bihalal Gubernur Jambi di Bangko

Senin, 23 Maret 2026 - 21:00 WIB

Polres Kerinci Gerak Cepat Tertibkan Dugaan Pungli Parkir Rp15 Ribu di Telun Berasap

Senin, 23 Maret 2026 - 17:00 WIB

DLH Sungai Penuh Siagakan Armada Hadapi Lonjakan Sampah Lebaran

Berita Terbaru

Olahraga

Messi Pecahkan Rekor Tendangan Bebas Pele, Dekati Juninho

Selasa, 24 Mar 2026 - 19:00 WIB

Daerah

BBM Subsidi Disedot PETI, Gubernur Jambi Ancam Tindak Tegas

Selasa, 24 Mar 2026 - 17:23 WIB