Banjir dan Longsor di Agam Sumbar, 74 Warga Meninggal, 78 Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi Korban Meninggal di Agam, Sumbar. (Foto : BPBN)

Evakuasi Korban Meninggal di Agam, Sumbar. (Foto : BPBN)

KLIKINAJA – Musibah hidrometeorologi kembali memakan banyak korban di wilayah Sumatra Barat. Kali ini, Kabupaten Agam menjadi daerah terdampak paling parah, setelah hujan deras berkepanjangan memicu banjir bandang dan material longsor di sejumlah titik.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, total korban meninggal hingga Jumat malam (28/11/2025), pukul 20.00 WIB, mencapai 74 jiwa. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berjalannya proses pencarian.

Sebaran korban meninggal mencakup lima kecamatan. Palembayan menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yaitu 27 orang. Dari total itu, 21 korban telah berhasil dikenali identitasnya, sementara enam lainnya masih dalam tahap pencocokan data. Situasi di lapangan sulit diprediksi karena akses sejumlah titik terputus material longsor dan tumpukan kayu akibat aliran banjir bandang.

Di daerah yang sama, BPBD juga merinci penemuan korban yang berasal dari tiga nagari. Kampung Tangah mencatat tujuh korban meninggal dunia, disusul Kampung Tangah Timur dengan sembilan korban, serta Subarang Ala yang mencatat 17 korban meninggal. Sebagian besar jenazah ditemukan di lokasi aliran banjir bandang, banyak yang tertimbun material tanah dan pepohonan.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor Sumatera Diduga Akibat Kerusakan Lingkungan, Ini Kaya Ketua MPR RI

Selain Palembayan, korban jiwa juga ditemukan di empat kecamatan lainnya. Kecamatan Malalak melaporkan 10 orang meninggal dunia, kemudian Kecamatan Tanjung Raya dua orang, Kecamatan Palupuh satu orang, dan Kecamatan Matur satu orang. Seluruh korban di kecamatan tersebut telah teridentifikasi tim forensik dan petugas gabungan.

Namun, duka masyarakat Agam belum berakhir. Pemerintah daerah melalui update resmi menyampaikan bahwa masih terdapat 78 warga yang belum ditemukan sejak bencana melanda. Mayoritas korban hilang berada di Kecamatan Palembayan dengan jumlah 69 orang. Sementara itu, tujuh orang dilaporkan hilang di Kecamatan Malalak, dan dua lainnya dari Kecamatan Tanjung Raya.

Petugas gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, hingga relawan masyarakat terus memperluas area pencarian meski cuaca belum sepenuhnya bersahabat. Medan licin dan jarak pandang terbatas menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi. Tim SAR membagi area kerja berdasarkan sektor prioritas untuk mempercepat penanganan.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor Kepung Sumatera, Ribuan Warga Mengungsi

Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga terdampak masih mengungsi di berbagai titik pengungsian yang disiapkan pemerintah. Bantuan logistik, selimut, dan layanan kesehatan darurat telah mulai disalurkan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi.

Tragedi di Agam kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman bencana. Topografi perbukitan dan lembah yang mendominasi wilayah ini membuat masyarakat berisiko tinggi terhadap banjir bandang serta longsor. BNPB dalam laporan resminya menegaskan bahwa mitigasi harus diperkuat, mulai dari sistem peringatan dini, pengaturan tata ruang, hingga edukasi masyarakat agar kejadian serupa tidak lagi memakan banyak korban.

Upaya pencarian korban hilang masih berlangsung. Pemerintah dan petugas lapangan memprioritaskan evakuasi serta penyelamatan warga yang kemungkinan masih terperangkap. Masyarakat berharap proses pencarian berjalan maksimal dan korban yang hilang dapat segera ditemukan. Tragedi di Agam menjadi alarm bagi seluruh daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak musim hujan.(Tim)

Sumber : BPBN

Berita Terkait

Dua Pelari Tewas saat Trail Run Gunung Lawu 2025, Ini Penyebabnya
Harga Emas Hari Ini 8 Desember 2025, Cek Daftar Lengkap Antam, Galeri 24, dan UBS
Toyota Kijang Super 2026 Hadir dengan Desain Retro dan Teknologi Hybrid Modern
Cara Cepat Mendapatkan Uang dari FB Pro untuk Pemula, Simak Panduannya
10 Cara Efektif Menaikkan Followers Instagram Secara Cepat
Meniti Kabel dan Terjun ke Arus Deras, Babinsa Selamatkan 20 Warga Saat Banjir 4 Meter di Aceh Tamiang
Deretan Motor Baru Honda 2026 Siap Ramaikan Pasar Indonesia
Isuzu Panther Tetap Menyala Usai Terendam Banjir, Video Ini Viral di Medsos

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 15:00 WIB

Dua Pelari Tewas saat Trail Run Gunung Lawu 2025, Ini Penyebabnya

Senin, 8 Desember 2025 - 08:00 WIB

Harga Emas Hari Ini 8 Desember 2025, Cek Daftar Lengkap Antam, Galeri 24, dan UBS

Senin, 8 Desember 2025 - 07:00 WIB

Toyota Kijang Super 2026 Hadir dengan Desain Retro dan Teknologi Hybrid Modern

Minggu, 7 Desember 2025 - 15:00 WIB

Cara Cepat Mendapatkan Uang dari FB Pro untuk Pemula, Simak Panduannya

Minggu, 7 Desember 2025 - 14:00 WIB

10 Cara Efektif Menaikkan Followers Instagram Secara Cepat

Berita Terbaru

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sungai Penuh Yogi Purnomo menerima penghargaan dari Kejati Jambi.

Uncategorized

Kinerja Pidsus Kejari Sungai Penuh 2025 Jadi Terbaik di Jambi

Senin, 8 Des 2025 - 20:36 WIB

Cabai.

Uncategorized

Cara Menyimpan Cabai agar Awet 21 Hari, Anti Lembek dan Jamur

Senin, 8 Des 2025 - 20:13 WIB

Uncategorized

Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Tanjung Pauh Hilir

Senin, 8 Des 2025 - 19:20 WIB