KLIKINAJA – Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan pentingnya keselarasan program pembangunan dari tingkat kota hingga desa melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kota Sungai Penuh, yang di buka Wakil Wali Kota Azhar Hamzah di Korem 042/Gapu, Selasa (16/12/2025) kemarin.
Kegiatan ini di rancang sebagai ruang konsolidasi agar arah kebijakan pembangunan berjalan seirama, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di tingkat desa.
Bimtek tersebut di ikuti oleh seluruh unsur pemerintahan desa se-Kota Sungai Penuh. Materi yang di sampaikan menitikberatkan pada pemahaman tugas pokok dan fungsi masing-masing lembaga desa, pola kerja sama yang efektif, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa.
Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat di tentukan oleh solidnya kerja sama antara pemerintah kota, pemerintah desa, dan BPD. Menurutnya, pembangunan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri tanpa keselarasan tujuan.
“Desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pelaksana program pembangunan. Karena itu, seluruh program desa di harapkan sejalan dengan visi pembangunan daerah yang tertuang dalam Program Sungai Penuh Juara,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan arah kebijakan berpotensi menghambat capaian pembangunan. Sinkronisasi perencanaan, kata dia, menjadi kunci agar program yang di jalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Azhar juga menegaskan posisi Kepala Desa dan BPD sebagai mitra pemerintah daerah. Keduanya di harapkan mampu membangun komunikasi yang harmonis, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
Selain aspek koordinasi, Wakil Wali Kota turut menyoroti pentingnya integritas aparatur desa. Profesionalisme, kedisiplinan, serta etika dalam pelayanan publik di sebut sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Menurut Azhar, aparatur desa harus mampu menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar pelaksana administrasi. “Pelayanan yang cepat, jujur, dan bertanggung jawab di nilai akan memperkuat legitimasi pemerintah di mata warga,” sebutnya.
Ia juga mendorong aparatur desa untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi, baik melalui pelatihan teknis maupun pemahaman regulasi terbaru. Dengan aparatur yang mumpuni, pelaksanaan program pembangunan di yakini akan lebih efektif dan terukur.
“Kita harapkan Bimtek ini menjadi sarana penyamaan persepsi antara seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa. Kesamaan pandangan tersebut penting agar setiap kebijakan dan program dapat di jalankan secara konsisten dan berkelanjutan,” tutupnya.
Pemerintah Kota Sungai Penuh menargetkan melalui kegiatan ini, kualitas tata kelola pemerintahan desa semakin meningkat. Dampaknya, pembangunan desa dapat berjalan lebih terarah dan selaras dengan agenda pembangunan kota secara keseluruhan.(Tim)









