21 Ribu Peserta BPJS PBI Batang Hari Dinonaktifkan, Ini Penjelasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA.COM – Sebanyak 21 ribu warga Kabupaten Batang Hari yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) resmi di nonaktifkan pada 2026. Kebijakan ini di ambil sebagai bagian dari proses pemutakhiran data agar bantuan iuran benar-benar menyasar masyarakat yang berhak.

Penyesuaian tersebut di lakukan oleh BPJS Kesehatan pusat setelah data peserta di verifikasi ulang. Proses ini melibatkan sinkronisasi antara data Dinas Sosial dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi acuan terbaru dalam menentukan status kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Batang Hari, dr. A Taqwin, menyebutkan bahwa hasil pemadanan data menunjukkan adanya perubahan status ekonomi pada sebagian peserta.

“Dari hasil sinkronisasi data, di ketahui bahwa sebagian peserta sudah berada pada kategori desil enam ke atas, sehingga di nilai tidak lagi masuk kelompok masyarakat yang berhak menerima bantuan iuran,” ujarnya.

Penyesuaian Data dan Peluang Reaktivasi

Meski di nonaktifkan, tidak semua peserta kehilangan akses sepenuhnya. Pemerintah daerah masih membuka peluang bagi warga yang memenuhi kriteria tertentu untuk kembali mendapatkan bantuan.

Baca Juga :  Cara Pindah BPJS Mandiri ke BPJS Gratis (PBI) 2026, Ini Syarat dan Prosedurnya

Taqwin menjelaskan, peserta dari kelompok ekonomi bawah terutama yang berada pada desil tiga ke bawah tetap berpeluang di aktifkan kembali.

“Peserta dengan kondisi ekonomi tertentu masih bisa di aktifkan kembali, dengan masa aktif enam bulan sesuai ketentuan,” tambahnya.

Kondisi kesehatan juga menjadi pertimbangan penting. Warga yang menderita penyakit kronis atau membutuhkan pengobatan jangka panjang tetap dapat mengajukan pengaktifan kembali. Hal ini di lakukan agar mereka tidak terhambat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang vital.

Layanan Darurat Tetap Dijamin

Untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan, Dinas Kesehatan Batang Hari telah menginstruksikan seluruh Puskesmas agar tetap melayani pasien dalam kondisi darurat, tanpa melihat status kepesertaan BPJS.

Tak hanya itu, Puskesmas juga di minta membantu proses administrasi, termasuk menerbitkan surat keterangan bagi warga yang membutuhkan pengaktifan kembali BPJS karena alasan medis.

Dari sisi kuota, alokasi BPJS PBI di Batang Hari berasal dari berbagai sumber, yakni 126.684 peserta dari pemerintah pusat, sekitar 79 ribu dari provinsi, serta 32.601 dari pemerintah kabupaten.

Baca Juga :  DPRD Kerinci, Ingatkan Tarif Parkir di Objektif Wisata Kerinci Harus Sesuai Perda

Data per Maret 2026 menunjukkan sebanyak 149.752 warga menerima bantuan iuran BPJS dari total populasi sekitar 309.156 jiwa. Angka ini menandakan cakupan kepesertaan BPJS di Batang Hari sudah mencapai 98,2 persen.

“Masih ada sekitar dua ribu warga yang belum memiliki kartu BPJS, dan ini menjadi perhatian kami ke depan,” tutup Taqwin.

Kebijakan penonaktifan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, pembaruan basis data menjadi fokus utama agar program subsidi lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Bagi masyarakat, penting untuk secara berkala memastikan data kependudukan dan status sosial ekonomi tetap valid. Perubahan kondisi ekonomi, alamat, atau pekerjaan bisa memengaruhi status kepesertaan dalam program bantuan seperti BPJS PBI. Dengan data yang akurat, peluang mendapatkan hak layanan kesehatan pun tetap terbuka.(Tim)

Berita Terkait

Viral Pungli Jembatan PLTA Danau Kerinci, Pelaku Terungkap
Wisata Kayu Aro Membludak Saat Lebaran 2026, Jalan Macet dan Penginapan Penuh
Sekda Alpian Sidak Pasar Tanjung Bajure Usai Lebaran
Sidak Hari Pertama Kerja, Wabup Merangin Soroti Disiplin ASN
Pertemuan Kepala Daerah Jambi Barat Disorot, Arah Pilgub 2029 
Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melonjak, Warga Soroti Distribusi
Sampah Lebaran di Kota Jambi Naik 10 Persen, DLH Tambah Armada
Program Penataan Kawasan Kumuh 2026, Tanjabtim Dapat Prioritas Pusat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:00 WIB

21 Ribu Peserta BPJS PBI Batang Hari Dinonaktifkan, Ini Penjelasannya

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:00 WIB

Viral Pungli Jembatan PLTA Danau Kerinci, Pelaku Terungkap

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:00 WIB

Wisata Kayu Aro Membludak Saat Lebaran 2026, Jalan Macet dan Penginapan Penuh

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:00 WIB

Sekda Alpian Sidak Pasar Tanjung Bajure Usai Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:25 WIB

Pertemuan Kepala Daerah Jambi Barat Disorot, Arah Pilgub 2029 

Berita Terbaru

Daerah

Sekda Alpian Sidak Pasar Tanjung Bajure Usai Lebaran

Rabu, 25 Mar 2026 - 18:00 WIB