KLIKINAJA – Perum Bulog Cabang Kuala Tungkal mulai mempercepat penyerapan hasil panen padi petani di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi. Langkah ini di lakukan seiring di mulainya musim panen di sejumlah kecamatan sejak pertengahan Februari 2026.
Hingga 26 Februari 2026, total gabah yang berhasil dibeli Bulog dari petani di dua wilayah tersebut telah mencapai 1.984 ton. Penyerapan di lakukan langsung di lapangan dengan melibatkan petugas yang turun ke area persawahan.
Asisten Manager Supply Chain and Public Service (SCP) Perum Bulog Cabang Kuala Tungkal, M. Yusuf, menjelaskan bahwa program pembelian gabah tersebut merupakan bagian dari strategi Bulog untuk menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah sekaligus mendukung petani lokal.
“Per 26 Februari 2026, jumlah gabah yang telah berhasil kami serap dari petani mencapai 1.984 ton. Proses ini masih terus berjalan mengikuti musim panen di beberapa wilayah,” ujar Yusuf, belum lama ini.
Menurutnya, metode pembelian di lakukan langsung di tingkat petani. Petugas Bulog datang ke lokasi panen untuk melakukan penimbangan gabah dan langsung melakukan transaksi pembelian di tempat.
“Petugas kami turun langsung ke lahan sawah. Gabah di timbang di lokasi panen sehingga petani bisa langsung menjual hasil panennya tanpa harus melalui perantara,” jelasnya.
Saat ini kegiatan penyerapan di fokuskan di kawasan Ulu Tanjabbar serta sejumlah kecamatan di Tanjabtim yang telah memasuki masa panen raya.
Harga Gabah Rp6.500 per Kilogram
Dalam program pengadaan ini, Bulog membeli gabah kering panen (GKP) dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut mengikuti ketentuan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Kebijakan harga tersebut memberi kepastian pasar bagi petani saat panen berlangsung. Dengan adanya pembelian langsung dari Bulog, petani tidak perlu khawatir terhadap potensi penurunan harga gabah ketika produksi meningkat.
Penyerapan hasil panen oleh Bulog juga berdampak langsung pada peningkatan stok beras di gudang Bulog Cabang Kuala Tungkal. Cadangan beras ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah, terutama menjelang periode konsumsi tinggi.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan beras masyarakat biasanya meningkat cukup signifikan. Karena itu, penguatan stok melalui pembelian gabah di musim panen menjadi langkah strategis untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tetap stabil.
Di sisi lain, keberadaan Bulog sebagai pembeli gabah juga berfungsi sebagai penyangga harga di tingkat petani. Ketika harga pasar berpotensi turun akibat melimpahnya hasil panen, Bulog hadir membeli gabah sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Program serapan gabah seperti ini rutin di lakukan setiap musim panen sebagai bagian dari sistem pengadaan beras nasional. Dengan dukungan petani dan pemerintah daerah, Bulog berharap target pengadaan gabah di wilayah Jambi dapat tercapai sekaligus memperkuat cadangan beras nasional.(Tim)









