KLIKINAJA.COM – Bupati Merangin, M. Syukur, mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh Camat dan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Merangin agar tetap berada di wilayah tugas masing-masing pada periode 18 hingga 24 Maret. Kebijakan tersebut di ambil guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal di tengah berbagai potensi situasi darurat.
Arahan itu di sampaikan langsung oleh Bupati saat menghadiri Safari Ramadan di Masjid Baiturrahim, Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Sungai Manau, Selasa malam (10/03). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan masyarakat serta sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut M. Syukur, aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa memiliki peran vital sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Karena itu, kehadiran mereka di wilayah kerja sangat di perlukan, apalagi dalam kondisi cuaca yang belakangan kerap berubah-ubah.
“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan. Saya minta pada tanggal tersebut Camat dan Kades tidak meninggalkan wilayah tugasnya,” ujar M. Syukur di hadapan para jamaah dan pejabat daerah yang hadir.
Instruksi ini juga merupakan tindak lanjut dari surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan aparatur pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pelayanan publik.
Bupati mengingatkan, jika terjadi persoalan mendadak di desa atau kecamatan, pemimpin wilayah harus berada di tempat untuk mengambil keputusan cepat.
“Jangan sampai terjadi masalah di desa, tetapi Camat atau Kadesnya tidak berada di lokasi. Kita harus memastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlayani,” tegasnya.
Penyaluran Bantuan Sosial untuk Warga
Kunjungan Safari Ramadan di desa yang juga merupakan kampung halaman Bupati tersebut tidak hanya di isi dengan pengarahan kepada aparatur pemerintah. Pada kesempatan itu, M. Syukur juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat.
Beberapa bantuan yang di serahkan di antaranya santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp42 juta, bantuan untuk masjid dari Bank Jambi senilai Rp5 juta, bantuan perlengkapan salat sekaligus dana pembangunan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp3 juta, serta bantuan dari Baznas sebesar Rp1,5 juta.
Program bantuan tersebut di harapkan dapat membantu masyarakat sekaligus memperkuat kegiatan keagamaan di bulan Ramadan.
Safari Ramadan sendiri merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Merangin yang bertujuan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat desa. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah biasanya menyerap aspirasi warga sekaligus memantau langsung kondisi pembangunan di daerah.
Pembangunan Jembatan Jadi Prioritas
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur yang menjadi perhatian masyarakat Desa Tanjung Mudo.
Ia secara langsung meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin untuk memprioritaskan pembangunan jembatan desa tersebut pada tahun anggaran berjalan.
Menurut M. Syukur, kondisi jembatan yang ada saat ini telah lama menjadi kendala bagi aktivitas warga, terutama untuk akses pendidikan dan kegiatan ekonomi.
“Jembatan ini sudah lama menjadi persoalan bagi masyarakat, baik untuk pendidikan maupun ekonomi. Saya minta Kepala Dinas PU agar pembangunan jembatan ini menjadi prioritas tahun ini,” ujarnya.
Keberadaan jembatan yang layak dinilai sangat penting karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat. Banyak pelajar dan warga yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut untuk menuju sekolah maupun pasar.
Jika pembangunan jembatan terealisasi tahun ini, dampaknya diperkirakan akan cukup besar bagi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kegiatan Safari Ramadan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Kominfo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), BPKAD, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan Kejaksaan Negeri, Ketua Baznas, pimpinan Bank Jambi, BPJS Ketenagakerjaan, serta Kabag Kesra Setda Merangin.(Tim)









