Cuaca Ekstrem, Longsor dan Banjir Meluas di Sejumlah Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Hujan lebat yang turun nyaris tanpa jeda sejak pertengahan Januari membuat banyak wilayah di Indonesia berada dalam tekanan cuaca ekstrem. Pada Sabtu, 24 Januari 2026, rangkaian bencana hidrometeorologi kembali bermunculan, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga angin kencang yang merusak permukiman warga dan infrastruktur dasar.

Kondisi ini tidak terjadi secara terpisah. Pola hujan intens berdurasi panjang memicu kejenuhan tanah, terutama di wilayah perbukitan dan pegunungan. Di saat bersamaan, angin kencang memperparah dampak dengan menumbangkan pohon dan merusak atap rumah di sejumlah daerah.

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Akhir Januari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem di perkirakan masih bertahan hingga penghujung Januari 2026. Wilayah yang masuk dalam zona kewaspadaan meliputi Sumatra bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara.

BMKG mencatat hujan lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang. Risiko lanjutan berupa banjir bandang dan longsor dinilai masih tinggi, terutama di daerah dengan kontur tanah labil. Di sektor kelautan, tinggi gelombang di perairan utara Jawa di laporkan dapat mencapai enam meter, situasi yang membahayakan pelayaran dan aktivitas nelayan tradisional.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Naik Serempak, UBS dan Galeri 24 Menguat

Bandung Barat Dilanda Longsor, Warga DievakuasI

Salah satu kejadian menonjol terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hujan deras yang turun sejak malam sebelumnya memicu longsor di kawasan permukiman. Puluhan rumah terdampak, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dan pembersihan material longsor. Akses jalan sempat terganggu, meski kini berangsur normal. Hingga Sabtu siang, laporan resmi terkait jumlah korban jiwa masih menunggu hasil verifikasi lapangan.

Bali Siaga Setelah Ratusan Bencana Terjadi

Di Bali, pemerintah provinsi menetapkan status siaga bencana cuaca ekstrem. Data BPBD Bali menunjukkan dalam kurun 10 hari terakhir telah terjadi 566 kejadian bencana hidrometeorologi. Dampaknya tidak ringan: empat orang di laporkan meninggal dunia, ratusan bangunan mengalami kerusakan, dan kerugian materi di perkirakan mencapai miliaran rupiah.

Banjir, angin kencang, dan longsor tercatat merata di sejumlah kabupaten dan kota. Intensitas hujan yang tinggi membuat saluran air tidak mampu menampung debit, sementara daerah perbukitan rawan longsor kembali menunjukkan kerentanannya.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Bolaang Mongondow Timur, Tidak Berpotensi Tsunami

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Daerah

Merespons situasi tersebut, pemerintah pusat menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengaktifkan pos siaga bencana. Jalur evakuasi, logistik darurat, serta koordinasi lintas instansi di perkuat, terutama pada periode rawan 23–29 Januari 2026.

Di Jakarta, status peringatan hujan berada pada level siaga hujan lebat hingga sangat lebat. Warga di kawasan rawan genangan, banjir rob, dan tanah gerak diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun berjam-jam.

Apa yang Perlu Dilakukan Masyarakat

BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca resmi, menyiapkan perlengkapan darurat, serta membatasi aktivitas di wilayah rawan banjir dan longsor ketika hujan deras berlangsung. Langkah sederhana ini di nilai krusial untuk mengurangi risiko korban dan kerugian lebih besar.

Fenomena cuaca ekstrem yang berulang menunjukkan bahwa musim hujan tidak lagi bisa di anggap sebagai rutinitas tahunan. Adaptasi, kesiapsiagaan, dan respons cepat menjadi kunci agar dampaknya tidak terus membesar.(Tim)

Berita Terkait

Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat
Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital
IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis
Cara Daftar SPPI Kopdes Merah Putih 2026 Lengkap Syarat dan Jadwal
Kemenag Pantau Hilal di 117 Titik, Sidang Isbat Tentukan Idul Fitri 1447 H
BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Terasa Lebih Panas Saat Pancaroba
Pemerintah Larang Siswa SD–SMA Gunakan Chatbot AI untuk Belajar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:00 WIB

Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:00 WIB

Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:00 WIB

IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:00 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:00 WIB

Cara Daftar SPPI Kopdes Merah Putih 2026 Lengkap Syarat dan Jadwal

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Teknologi

AI Ambil Alih Coding, Peran Programmer Kini Berubah

Sabtu, 21 Mar 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi

Teknologi

Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026, Aturan Baru dan Dampaknya

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:00 WIB

Kesehatan

5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi

Sabtu, 21 Mar 2026 - 13:00 WIB