Curhatan Nurul Akmal soal PPPK Paruh Waktu Picu Simpati Publik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Perjuangan panjang atlet angkat besi asal Aceh, Nurul Akmal, kembali menjadi sorotan warganet. Bukan karena raihan medali, melainkan kisah pribadinya setelah resmi menerima status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.

Lewat akun Instagram pribadinya, Nurul membagikan momen saat menerima surat keputusan pengangkatan dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Stadion Harapan Bangsa, Kamis (29/1/2026).

Dalam unggahan itu, ia tampil mengenakan seragam Korpri biru. Wajahnya terlihat tenang, namun narasi yang menyertai foto justru memuat kekecewaan yang selama ini di pendam.

“Tetap bersyukur walaupun P3K paruh waktu. Padahal 2x Olimpiade, 2x SEA Games, 2x Asian Games, 3x emas PON, dan lainnya. Yang paham pasti tahu, tapi inilah hasilnya,” tulis Nurul.

Ungkapan tersebut langsung memantik diskusi luas tentang nasib atlet berprestasi setelah mengabdikan hidupnya di dunia olahraga.

Prestasi Panjang Sejak Remaja

Tak lama berselang, Nurul kembali mengunggah daftar perjalanan kariernya yang dimulai sejak 2010, ketika ia masih duduk di bangku SMA. Sejak saat itu, hidupnya nyaris tak pernah lepas dari latihan dan kompetisi.

Baca Juga :  Janji Gubernur Jambi Terwujud, Orang Tua Atlet Emas PON Umroh

Ia mencatatkan namanya di berbagai ajang bergengsi dunia, termasuk Olimpiade Tokyo 2020 hingga Olimpiade Paris 2024. Medali pun ia raih dari Islamic Solidarity Games, Asian Games, serta SEA Games di Vietnam dan Kamboja.

Tak hanya soal prestasi, Nurul juga menorehkan sejarah sebagai atlet putri Indonesia pertama yang lolos di kelas berat Olimpiade sebuah capaian yang jarang bisa di raih lifter Tanah Air.

Namun di balik semua itu, ia mengaku hanya bisa menerima kenyataan yang ada.

“Aku hanya bisa belajar menerima semuanya. Apakah aku tidak pantas untuk mendapatkannya?” tulisnya lirih.

Memikirkan Masa Depan Setelah Pensiun

Percakapan Nurul dengan warganet di kolom komentar pun memperlihatkan sisi lain kehidupan atlet. Saat ada yang menyebut honor atlet besar setara gaji ASN setahun, ia menjawab dengan jujur soal realitas setelah pensiun.

“Kalau masih jadi atlet iya. Tapi kalau sudah pensiun, kita cari untuk masa tua, bukan untuk sekarang.” katanya.

Baginya, penghasilan saat aktif bertanding tak bisa di jadikan jaminan hidup jangka panjang. Ia pun mengungkapkan telah berusaha dan berdoa agar bisa memperoleh status PNS penuh.

Baca Juga :  Gaji PPPK Paruh Waktu Kerinci Dicairkan, Ribuan Pegawai Terima Hak Tiga Bulan

“Sama siapa berharap jadi PNS? Usaha dan doa selalu, tapi hasilnya tetap P3K PW.” sebutnya.

Keresahan itu menggambarkan kekhawatiran banyak atlet yang masa produktifnya terbatas, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.

Dukungan Mengalir dari Publik

Curhatan Nurul langsung menuai simpati luas. Ribuan komentar membanjiri unggahannya, sebagian besar menilai perjuangan atlet sering tak sebanding dengan jaminan masa depan yang diterima.

“Harusnya kak Nurul sudah jadi PNS, bukan paruh waktu,” tulis seorang pengguna.

“Negara bangga saat juara, tapi masa depan atlet kurang diperhatikan,” komentar lainnya.

Gelombang dukungan ini mencerminkan harapan publik agar kebijakan terhadap atlet berprestasi bisa lebih berpihak pada kesejahteraan jangka panjang.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai status PPPK paruh waktu yang di terima Nurul Akmal.

Kisah ini pun menjadi cermin kerasnya realitas di balik gemerlap prestasi olahraga ketika podium juara tak selalu sejalan dengan rasa aman untuk hari tua.(Tim)

Berita Terkait

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global
Pemkab Rejang Lebong Hapus Open House Lebaran 2026, Fokus Turun ke Warga
Open House Idul Fitri, Wali Kota Alfin Pererat Silaturahmi Warga
Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh
Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis
Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:37 WIB

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:00 WIB

Pemkab Rejang Lebong Hapus Open House Lebaran 2026, Fokus Turun ke Warga

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:00 WIB

Open House Idul Fitri, Wali Kota Alfin Pererat Silaturahmi Warga

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:00 WIB

Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Teknologi

AI Ambil Alih Coding, Peran Programmer Kini Berubah

Sabtu, 21 Mar 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi

Teknologi

Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026, Aturan Baru dan Dampaknya

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:00 WIB