KLIKINAJA.COM – Realisasi penyaluran Dana Desa Tahap I Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh terus bergerak naik. Hingga penghujung Maret, ratusan desa telah lebih dulu mencairkan anggaran tersebut untuk mendukung program pembangunan di tingkat lokal.
Data dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sungai Penuh mencatat, sebanyak 248 desa sudah melakukan pencairan dari total 350 desa yang terdaftar. Mayoritas berasal dari Kabupaten Kerinci dengan 221 desa, sementara 27 desa lainnya berada di Kota Sungai Penuh.
Capaian ini memperlihatkan bahwa distribusi Dana Desa berjalan secara bertahap, dengan tren yang terus meningkat seiring kesiapan administrasi di masing-masing desa.
Batas Waktu dan Kendala Administrasi
Kepala Seksi Bank KPPN Sungai Penuh, Lusi Winanda Restu, menjelaskan bahwa desa yang belum mencairkan dana masih memiliki waktu untuk menyelesaikan proses pengajuan.
“Batas akhir pencairan Dana Desa Tahap I di tetapkan sampai 15 Juni 2026. Kami mengimbau desa yang belum agar segera melengkapi persyaratan dan mengajukan pencairan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menekankan, kelengkapan dokumen menjadi faktor penentu utama dalam proses pencairan. Desa yang sudah memenuhi seluruh persyaratan administratif umumnya tidak mengalami hambatan berarti saat pengajuan.
Koordinasi yang aktif antara pemerintah desa dan pihak terkait juga dinilai mampu mempercepat proses, terutama dalam memastikan tidak ada dokumen yang tertinggal atau tidak sesuai ketentuan.
Dampak Langsung ke Pembangunan Desa
Percepatan pencairan Dana Desa bukan sekadar urusan administrasi. Anggaran tersebut menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga program sosial berbasis kebutuhan lokal.
Di banyak wilayah, Dana Desa di manfaatkan untuk pembangunan jalan lingkungan, irigasi pertanian, hingga penguatan usaha mikro masyarakat. Ketika pencairan berjalan tepat waktu, roda ekonomi desa ikut terdorong lebih cepat.
Kondisi ini juga berpengaruh pada daya beli masyarakat desa yang perlahan meningkat. Aktivitas ekonomi lokal menjadi lebih hidup, terutama pada sektor pertanian, perdagangan kecil, dan jasa.
Dengan masih tersisa waktu hingga pertengahan Juni, desa-desa yang belum mencairkan diharapkan dapat segera menyusul. Jika seluruh proses berjalan lancar, penyaluran Dana Desa tahun ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pemerataan pembangunan di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.(Tim)






