BNPB Imbau Area 20 Km di Besuk Kobokan Dikosongkan Usai Erupsi Semeru

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga melihat luncuran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025).  Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

Warga melihat luncuran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

KLIKINANJA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh aktivitas warga dihentikan di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Lumajang, Jawa Timur, setelah Gunung Semeru kembali erupsi pada Rabu (19/11/2025). Imbauan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi ancaman awan panas hingga aliran lahar dari gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

BNPB menegaskan, masyarakat maupun pelaku ekonomi diminta segera menjauhi radius 20 kilometer dari jalur sungai yang menjadi lintasan lahar Semeru itu.

BNPB Minta Aktivitas Dihentikan Demi Keamanan

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin ada risiko tambahan akibat masih aktifnya erupsi Semeru. Ia menegaskan zona 20 kilometer di sepanjang Besuk Kobokan harus steril untuk sementara waktu.

“Semua bentuk kegiatan, baik sementara maupun berkelanjutan, harus dihentikan. Area sepanjang 20 kilometer dari Besuk Kobokan wajib dikosongkan demi keselamatan,” ujar Abdul dalam keterangannya, Kamis (20/11).

Abdul juga meminta pemerintah daerah bersama TNI dan Polri memastikan akses menuju wilayah tersebut ditutup sementara. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah warga memasuki zona berbahaya tanpa disadari.

Baca Juga :  Perjuangkan Dukungan Pemerintah Pusat untuk Pengembangan RSUD MHA. Thalib & RS H. Bakri, Wako Alfin Temui Menkes RI

Penanda Visual Diminta Dipasang

Selain penutupan akses, BNPB mendorong pemasangan penanda visual di beberapa titik strategis. Menurut Abdul, banyak warga yang masih beraktivitas dekat aliran sungai tanpa mengetahui batas bahaya.

“Perlu ada penanda yang jelas agar masyarakat tidak salah memasuki wilayah yang berisiko tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, tak hanya Besuk Kobokan yang perlu diwaspadai. Daerah dengan radius 500 meter dari sungai-sungai yang mengarah ke Besuk Kobokan juga harus ditutup sementara waktu karena berpotensi dilewati aliran lahar.

Area Radius 8 Km dari Puncak Semeru Juga Harus Steril

Di luar Besuk Kobokan, BNPB kembali mengingatkan bahwa aktivitas di radius 8 kilometer dari puncak Gunung Semeru juga dilarang keras. Menurut Abdul, wilayah tersebut masih berada dalam zona yang rentan terkena lontaran material vulkanik.

Baca Juga :  Link DANA Kaget 13 November 2025: Cara Klaim Saldo Gratis Tanpa Akun Premium

“Kami meminta pemerintah daerah segera memberikan batas visual yang jelas mengenai radius 8 kilometer ini agar masyarakat tidak keliru,” ujarnya.

Status Semeru Naik ke Level IV (Awas)

Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas sejak Rabu sore. Badan Geologi menetapkan status Semeru naik menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.25 WIB.

Status Awas mengindikasikan aktivitas vulkanik berada pada tingkat tertinggi, sehingga potensi bahaya dapat terjadi sewaktu-waktu. Penduduk di sekitar lereng gunung, terutama pada jalur-jalur sungai yang bermuara ke Besuk Kobokan, diminta meningkatkan kewaspadaan.

Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana telah menyiapkan jalur evakuasi dan pos pengungsian untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang lebih buruk.

Erupsi Semeru kali ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana. Peringatan BNPB agar tidak memasuki radius berbahaya diharapkan dapat meminimalkan risiko korban jiwa sekaligus membantu proses mitigasi berjalan lebih efektif.(Tim)

Berita Terkait

Dua Pelari Tewas saat Trail Run Gunung Lawu 2025, Ini Penyebabnya
Harga Emas Hari Ini 8 Desember 2025, Cek Daftar Lengkap Antam, Galeri 24, dan UBS
Toyota Kijang Super 2026 Hadir dengan Desain Retro dan Teknologi Hybrid Modern
Cara Cepat Mendapatkan Uang dari FB Pro untuk Pemula, Simak Panduannya
10 Cara Efektif Menaikkan Followers Instagram Secara Cepat
Meniti Kabel dan Terjun ke Arus Deras, Babinsa Selamatkan 20 Warga Saat Banjir 4 Meter di Aceh Tamiang
Deretan Motor Baru Honda 2026 Siap Ramaikan Pasar Indonesia
Isuzu Panther Tetap Menyala Usai Terendam Banjir, Video Ini Viral di Medsos

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 15:00 WIB

Dua Pelari Tewas saat Trail Run Gunung Lawu 2025, Ini Penyebabnya

Senin, 8 Desember 2025 - 08:00 WIB

Harga Emas Hari Ini 8 Desember 2025, Cek Daftar Lengkap Antam, Galeri 24, dan UBS

Senin, 8 Desember 2025 - 07:00 WIB

Toyota Kijang Super 2026 Hadir dengan Desain Retro dan Teknologi Hybrid Modern

Minggu, 7 Desember 2025 - 15:00 WIB

Cara Cepat Mendapatkan Uang dari FB Pro untuk Pemula, Simak Panduannya

Minggu, 7 Desember 2025 - 14:00 WIB

10 Cara Efektif Menaikkan Followers Instagram Secara Cepat

Berita Terbaru

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sungai Penuh Yogi Purnomo menerima penghargaan dari Kejati Jambi.

Uncategorized

Kinerja Pidsus Kejari Sungai Penuh 2025 Jadi Terbaik di Jambi

Senin, 8 Des 2025 - 20:36 WIB

Cabai.

Uncategorized

Cara Menyimpan Cabai agar Awet 21 Hari, Anti Lembek dan Jamur

Senin, 8 Des 2025 - 20:13 WIB

Uncategorized

Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Tanjung Pauh Hilir

Senin, 8 Des 2025 - 19:20 WIB