Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Korban Pesawat ATR 400 di Gunung Bulusaraung

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih belum dapat di lakukan secara optimal. Faktor utama penghambat adalah kondisi cuaca ekstrem yang terus melanda lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan yang sejak Minggu (18/1/2026) berada di area Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung terpaksa menghentikan sementara upaya pengangkatan jenazah dari dasar jurang. Hujan deras dan medan terjal membuat proses evakuasi berisiko tinggi bagi personel di lapangan.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa tim sudah beberapa kali mencoba melakukan pengangkatan korban, namun selalu terkendala cuaca yang tidak bersahabat.

Baca Juga :  PT KMH Bantah Isu Kompensasi Rp300 Juta per KK untuk Warga Terdampak PLTA

“Upaya evakuasi belum bisa di lanjutkan. Kondisi cuaca tidak memungkinkan dan sangat berbahaya,” ujarnya.

Korban yang telah di temukan berada di dalam jurang sedalam sekitar 200 meter, tidak jauh dari lokasi serpihan pesawat. Demi keselamatan, tim SAR memutuskan mendirikan camp darurat di sekitar lokasi jenazah dan menunggu kondisi cuaca membaik. Hingga Minggu malam, hujan lebat masih mengguyur kawasan pegunungan tersebut.

Sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki pada pukul 14.20 WITA. Korban di temukan di koordinat 04°54’44” Lintang Selatan dan 119°44’48” Bujur Timur, di area jurang yang sulit di jangkau.

Baca Juga :  Hari Keenam Pencarian, Enam Korban Pesawat ATR Ditemukan di Bulusaraung

Dalam operasi pencarian dan penyelamatan ini, sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) di kerahkan sesuai sektor yang telah di tentukan. SRU 1 dan SRU 2 melakukan penurunan dari sisi barat dengan teknik tali, sementara SRU 3 bertahan di puncak dan sebagian personelnya berhasil mencapai titik kedua pencarian.

Adapun SRU 4 yang sempat mendekati area target tidak menemukan jalur aman dan akhirnya di tarik kembali ke posko induk setelah berkoordinasi.

Tim SAR gabungan memastikan operasi evakuasi akan kembali di lanjutkan segera setelah kondisi cuaca di nyatakan aman, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.(Tim)

Berita Terkait

Gubernur Al Haris Kunjungi RSUD Saat Lebaran, Pastikan Layanan Tetap Prima
Tarif Parkir Wisata Jambi Diminta Wajar Saat Libur Lebaran
Pemkab Rejang Lebong Hapus Open House Lebaran 2026, Fokus Turun ke Warga
Open House Idul Fitri, Wali Kota Alfin Pererat Silaturahmi Warga
Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh
Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis
Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 14:00 WIB

Gubernur Al Haris Kunjungi RSUD Saat Lebaran, Pastikan Layanan Tetap Prima

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:14 WIB

Tarif Parkir Wisata Jambi Diminta Wajar Saat Libur Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:00 WIB

Pemkab Rejang Lebong Hapus Open House Lebaran 2026, Fokus Turun ke Warga

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:00 WIB

Open House Idul Fitri, Wali Kota Alfin Pererat Silaturahmi Warga

Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:00 WIB

Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh

Berita Terbaru

Nasional

Menkeu Purbaya Batasi Anggaran K/L, APBN Dijaga Ketat

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:00 WIB

Olahraga

PSG Hajar Nice 4-0, Kembali Puncaki Klasemen Ligue 1

Minggu, 22 Mar 2026 - 16:00 WIB

Ilustrasi buah

Islami

6 Buah dalam Al-Qur’an dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Minggu, 22 Mar 2026 - 13:00 WIB