KLIKINAJA – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Provinsi Bengkulu pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Guncangan terjadi sekitar pukul 23.58 WIB dan terasa hingga sejumlah daerah di Provinsi Jambi, terutama di wilayah barat seperti Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa terjadi pada pukul 23:58:45 WIB. Titik pusat gempa berada pada koordinat 2,99 Lintang Selatan dan 101,63 Bujur Timur.
Episenter gempa terdeteksi sekitar 64 kilometer barat laut Kabupaten Lebong dengan kedalaman 47 kilometer. Kedalaman tersebut tergolong gempa menengah yang masih memungkinkan getaran dirasakan di sejumlah wilayah yang cukup jauh dari pusat gempa.
Getaran Terasa Hingga Wilayah Jambi Barat
Guncangan tidak hanya di rasakan oleh warga Bengkulu. Masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh juga melaporkan adanya getaran pada tengah malam tersebut.
Sebagian warga yang sedang beristirahat mengaku terbangun karena merasakan rumah bergoyang selama beberapa detik. Situasi itu membuat sejumlah warga memilih keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar.
“Getarannya terasa cukup jelas. Kami langsung keluar rumah karena khawatir ada gempa susulan,” ujar salah seorang warga yang merasakan guncangan di wilayah Kerinci.
Kepala Stasiun BMKG Depati Parbo, Kurnia Ningsih, menjelaskan posisi pusat gempa memang relatif dekat dengan wilayah perbatasan Bengkulu dan Jambi bagian barat. Kondisi itu membuat getaran masih bisa dirasakan masyarakat di Kerinci dan Sungai Penuh.
“Lokasi gempa berada di Bengkulu, tetapi jaraknya tidak terlalu jauh dari Kerinci dan Sungai Penuh sehingga getaran masih terasa di wilayah tersebut,” jelasnya.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga Minggu pagi, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Aparat daerah dan instansi terkait masih memantau situasi di wilayah yang sempat merasakan guncangan.
Masyarakat di imbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Sumber informasi resmi terkait aktivitas gempa hanya berasal dari BMKG serta lembaga pemerintah yang berwenang.
Wilayah barat Sumatra memang termasuk kawasan yang cukup aktif secara tektonik. Aktivitas ini di pengaruhi oleh pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang membentang di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatra.
Karena itu, gempa dengan kekuatan menengah seperti yang terjadi di Bengkulu kerap terasa hingga provinsi tetangga, termasuk Jambi. Para ahli kebencanaan juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, mulai dari mengenali jalur evakuasi hingga memahami langkah aman saat terjadi gempa.
Langkah sederhana seperti menjauh dari bangunan tinggi, melindungi kepala, serta keluar ke area terbuka dapat membantu mengurangi risiko saat gempa terjadi, terutama jika guncangan di rasakan cukup kuat.(Tim)









