KLIKINAJA – Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali menggelar Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) tahap II pada Minggu, 8 Maret 2026.
Kegiatan tersebut di pusatkan di kawasan Kayu Aro dan Kayu Aro Barat dengan sasaran utama membersihkan lingkungan di sekitar kawasan wisata perkebunan teh.
Program ini menjadi lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah di lakukan di kawasan Danau Kerinci. Upaya tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan keindahan destinasi wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Pada pelaksanaan tahap kedua ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci melibatkan berbagai unsur Forkopimda. Sejumlah instansi seperti Kejaksaan, Kodim 0417/Kerinci, dan Polres Kerinci ikut turun langsung melakukan kerja bakti membersihkan ruas jalan yang melintasi kawasan Perkebunan Teh Kayu Aro.
Aksi gotong royong tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan sampah, tetapi juga menata area sekitar agar lebih rapi dan nyaman. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan aparat menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kawasan wisata agar tetap bersih dan menarik bagi pengunjung.
Bupati Kerinci, Monadi, menegaskan bahwa gerakan kebersihan ini tidak sekadar program pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat agar dapat berjalan berkelanjutan.
“Gerakan Indonesia ASRI ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Monadi.
Kebersihan Jadi Kunci Daya Tarik Wisata Kerinci
Menurut Monadi, kondisi lingkungan yang bersih menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata daerah. Terutama bagi wilayah yang telah dikenal sebagai destinasi unggulan Kabupaten Kerinci.
“Lingkungan yang bersih tidak hanya membuat daerah kita indah, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik wisata Kerinci,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan menjaga kebersihan dari lingkungan rumah tangga. Salah satu langkah yang bisa di lakukan adalah mengelola sampah secara mandiri sehingga tidak menumpuk di lingkungan sekitar.
“Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita mulai dari rumah masing-masing,” tambahnya.
Kawasan Kayu Aro sendiri di kenal luas sebagai salah satu sentra perkebunan teh terbesar di Indonesia. Hamparan kebun teh yang luas dengan latar pegunungan menjadi magnet wisata yang kerap menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan tersebut menjadi langkah strategis bagi daerah. Lingkungan yang tertata tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga berdampak langsung pada citra pariwisata Kerinci.
Melalui Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan terus tumbuh. Jika gerakan ini di lakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat, potensi wisata Kerinci di yakini dapat berkembang sekaligus tetap terjaga keindahannya.(Tim)









