KLIKINAJA – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kerinci memasuki fase baru. Pemerintah daerah meluncurkan program inovatif bernama SECANTING atau Senin Cegah Stunting, sebuah gerakan kolektif yang menggerakkan seluruh aparatur sipil negara terlibat langsung membantu keluarga rentan gizi.
Inisiatif ini menjadi bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan DP2KBP3A Kabupaten Kerinci sebagai penggerak utama di lapangan. Skema yang di terapkan sederhana namun konsisten: setiap hari Senin, ASN menyumbangkan satu kaleng beras, satu butir telur, serta donasi tunai Rp2.000.
Seluruh bantuan di kumpulkan terpusat lalu di salurkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang telah terdata sebagai kelompok berisiko stunting. Pola ini di rancang agar bantuan bersifat rutin, bukan sesekali.
Peluncuran program di lakukan dalam apel kerja pemerintah daerah yang di pimpin Sekretaris Daerah Kerinci, Zainal Efendi, Senin (2/2/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran kepala OPD, para camat, pengurus TP PKK Kabupaten Kerinci, organisasi perempuan, serta seluruh ASN lingkup Pemkab Kerinci.
Dalam arahannya, Zainal menegaskan bahwa SECANTING di rancang sebagai gerakan jangka panjang yang menyentuh langsung kebutuhan gizi masyarakat.
“Ini adalah aksi nyata ASN untuk memastikan anak-anak Kerinci memperoleh asupan gizi yang lebih baik sejak dini. Stunting harus kita lawan bersama, dengan langkah konkret,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan stunting bukan isu sektoral yang bisa di tangani satu lembaga saja. Perlu kerja bersama lintas instansi hingga ke tingkat keluarga.
“Pemerintah, organisasi sosial, hingga keluarga harus bergerak serempak. Jika semua terlibat, penurunan stunting bukan sekadar target, tapi bisa menjadi kenyataan,” tambahnya.
SECANTING tidak hanya berfungsi sebagai saluran bantuan pangan, tetapi juga menumbuhkan budaya kepedulian di lingkungan birokrasi. ASN di posisikan sebagai orang tua asuh yang ikut memantau kondisi gizi anak-anak dampingan secara berkelanjutan.
Di banyak daerah, stunting kerap di picu oleh kombinasi faktor ekonomi, pola makan tidak seimbang, serta kurangnya edukasi gizi keluarga. Melalui gerakan mingguan ini, Pemkab Kerinci berharap intervensi bisa lebih cepat, tepat sasaran, dan konsisten.
Program ini juga membuka ruang partisipasi sosial yang lebih luas. Ketika ASN terlibat langsung, efek domino di harapkan muncul di tengah masyarakat, mulai dari kesadaran pentingnya asupan protein hewani hingga pola hidup sehat sejak masa kehamilan.
Pemerintah daerah menargetkan SECANTING menjadi rutinitas permanen setiap pekan. Bukan hanya sebagai simbol solidaritas, tetapi sebagai fondasi nyata menuju generasi Kerinci yang lebih sehat dan produktif.(Tim)









