KLIKINAJA – Pergerakan harga emas pada Kamis, 26 Februari 2026, memperlihatkan dua arah berbeda di pasar domestik. Emas batangan yang dijual melalui Pegadaian mengalami koreksi harga, sementara emas perhiasan di sejumlah perusahaan swasta besar tidak berubah.
Kondisi ini terjadi di tengah dinamika harga emas global dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kombinasi dua faktor tersebut masih menjadi penentu utama naik-turunnya harga logam mulia di dalam negeri.
Emas Galeri 24 dan UBS Kompak Turun
Untuk produk Galeri 24 ukuran 1 gram, harga pada Kamis di patok Rp 3.057.000. Angka ini lebih rendah Rp 28.000 di bandingkan harga Rabu (25/2/2026).
Produk UBS ukuran 1 gram juga ikut terkoreksi. Harganya berada di level Rp 3.082.000, turun Rp 17.000 dari sehari sebelumnya.
Penurunan serupa tampak pada ukuran lainnya. Berikut rincian harga emas Galeri 24 di Pegadaian per 26 Februari 2026:
0,5 gram: Rp 1.604.000
1 gram: Rp 3.057.000
2 gram: Rp 6.041.000
5 gram: Rp 14.991.000
10 gram: Rp 29.902.000
25 gram: Rp 74.352.000
50 gram: Rp 148.587.000
100 gram: Rp 297.026.000
250 gram: Rp 740.741.000
500 gram: Rp 1.481.481.000
1.000 gram: Rp 2.962.961.000
Sementara harga emas UBS adalah sebagai berikut:
0,5 gram: Rp 1.665.000
1 gram: Rp 3.082.000
2 gram: Rp 6.115.000
5 gram: Rp 15.109.000
10 gram: Rp 30.060.000
25 gram: Rp 75.002.000
50 gram: Rp 149.695.000
100 gram: Rp 299.272.000
250 gram: Rp 747.957.000
500 gram: Rp 1.494.159.000
Secara harga, UBS masih berada sedikit di atas Galeri 24 pada bobot yang sama. Selisih ini kerap menjadi pertimbangan pembeli yang mengejar spread harga maupun potensi likuiditas saat menjual kembali.
Harga Perhiasan Tidak Bergerak
Berbeda dengan emas batangan, harga emas perhiasan pada hari yang sama terpantau stabil.
Di Raja Emas Indonesia, harga 24 karat tercatat Rp 2.510.000 per gram. Kadar 23 karat di jual Rp 2.238.000, sedangkan 22 karat Rp 2.140.000 per gram. Hingga kadar 12 karat, tidak ada perubahan harga di banding hari sebelumnya.
Stabilitas serupa juga terlihat di Laku Emas. Emas 24 karat di pasarkan Rp 2.608.000 per gram. Kadar 22 karat Rp 2.144.000 dan 18 karat Rp 1.753.000 per gram. Seluruh kadar tercatat tidak mengalami kenaikan maupun penurunan.
Adapun Hartadinata Abadi menetapkan harga 22 karat Rp 2.781.000 per gram dan 20 karat Rp 2.727.000 per gram. Kadar lebih rendah seperti 9 karat di jual Rp 1.539.000 per gram, tetap di level sebelumnya.
Stabilnya harga perhiasan menunjukkan pasar ritel belum merespons koreksi emas batangan secara langsung. Produsen dan distributor cenderung menahan harga untuk menjaga daya beli konsumen, terutama menjelang periode kebutuhan acara dan investasi keluarga.
Apa Artinya bagi Investor?
Bagi investor jangka pendek, koreksi harga emas batangan sering di anggap sebagai momen akumulasi. Saat harga turun, peluang membeli di level lebih rendah terbuka, dengan harapan terjadi rebound mengikuti pergerakan global.
Sementara itu, pembeli perhiasan biasanya lebih mempertimbangkan desain dan kebutuhan pemakaian ketimbang fluktuasi harian. Karena itu, stabilnya harga memberi ruang lebih nyaman untuk bertransaksi tanpa tekanan volatilitas tajam.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas tetap menjadi salah satu instrumen lindung nilai yang di minati. Baik dalam bentuk batangan maupun perhiasan, keputusan membeli sebaiknya di sesuaikan dengan tujuan, apakah untuk investasi jangka panjang, diversifikasi aset, atau kebutuhan pribadi.(Tim)









