Harga Emas Mulai Kehilangan Tenaga, Pasar Waspadai Sinyal Ekonomi AS

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, JAKARTA – Reli panjang harga emas internasional mulai menunjukkan tanda melemah, sementara pelaku pasar menilai logam mulia tersebut semakin sensitif terhadap perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Meski demikian, harga emas global masih bertahan di sekitar US$4.100 per troy ons pada perdagangan pekan ini.

Pergerakan emas yang cenderung melandai membuat sejumlah analis menilai pasar mulai berhati-hati. Salah satunya disampaikan Direktur Proptraderedge.com, Kathy Lien, yang menyoroti perubahan sentimen investor seiring bergesernya ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Ekspektasi The Fed Jadi Pemicu Utama Perubahan Sentimen

Dalam laporan yang dikutip dari Kitco News, Selasa (25/11/2025), Lien memproyeksikan bahwa harga emas berpotensi bergerak lebih rendah dalam beberapa bulan mendatang. Ia memperkirakan area US$3.500 per troy ons dapat menjadi titik penyangga penting apabila tekanan jual terus meningkat.

Menurutnya, dinamika pasar dalam rentang waktu nol hingga tiga bulan ke depan akan dipenuhi aktivitas transaksi yang padat, namun dibayangi potensi koreksi mendalam bila muncul pemicu yang mendorong investor menarik posisi.

“Perdagangan emas sedang ramai, tetapi jika muncul alasan yang cukup kuat bagi spekulan untuk keluar, koreksi yang lebih tajam sangat mungkin terjadi,” ujar Lien.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini, 30 Oktober 2025: Turun Lagi ke Rp 2,26 Juta per Gram

Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor kunci yang berpotensi memicu aksi ambil untung adalah arah kebijakan The Fed. Meski bank sentral AS memutuskan pemangkasan suku bunga pada awal November, pernyataan terbaru Ketua The Fed Jerome Powell menyiratkan bahwa langkah lanjutan pada Desember belum dapat dipastikan.

Data Ekonomi AS Makin Berpengaruh ke Pergerakan Harga

Ketidakpastian mengenai arah suku bunga—ditambah beberapa data ekonomi AS yang menunjukkan performa lebih baik dari ekspektasi—membuat pasar mencoba menghitung ulang potensi ruang bagi logam mulia.

Kenyataan bahwa dolar AS terus menguat juga memberi tekanan tambahan. Lien mencatat bahwa indeks dolar kini bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200 hari, level yang terakhir disentuh pada Februari 2025.

“Pergerakan ini cukup signifikan secara teknikal. Jika dolar kembali menguat dalam beberapa sesi mendatang, emas kemungkinan akan tertekan,” ujarnya.

Penguatan dolar lazimnya membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan dapat melemah.

Belanja Liburan Jadi Indikator Kondisi Konsumen

Baca Juga :  Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Simak Detailnya

Selain mencermati kebijakan The Fed, Lien mengatakan ia juga akan memperhatikan laporan awal belanja liburan di AS. Data tersebut dinilai bisa memberi petunjuk mengenai daya beli masyarakat, yang selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu kekhawatiran utama pasar.

“Emas selama ini banyak didorong oleh sentimen negatif ekonomi. Investor mungkin belum siap menghadapi kabar positif. Jika belanja liburan ternyata kuat, itu memberi sinyal bahwa perlambatan ekonomi AS tidak seburuk perkiraan sebelumnya,” jelasnya.

Kinerja belanja konsumen sangat penting karena sektor ini menyumbang porsi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Prospek Jangka Pendek Masih Terbuka Lebar

Meskipun tekanan terhadap emas meningkat, sebagian analis menilai bahwa kemampuan harga untuk bertahan di atas US$4.000 menunjukkan bahwa permintaan jangka panjang tetap solid, terutama sebagai aset lindung nilai.

Namun dalam jangka pendek, pasar kemungkinan masih berputar di sekitar isu suku bunga, data ekonomi, dan kekuatan dolar AS. Ketiga faktor tersebut akan menentukan apakah emas mampu kembali melanjutkan reli atau justru jatuh lebih dalam menuju target support baru.(Tim)

Berita Terkait

Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Simak Detailnya
Korban Bencana Sumbar, Sumut dan Aceh Bertambah, BNPB Percepat Akses dan Mengaktifkan OMC
Empat Pesawat TNI Bawa Bantuan ke Sumbar, Sumut dan Aceh
Kampus Jadi Target Baru Peredaran Narkoba, BNN Tegaskan Pentingnya Waspada
Pemerintah Percepat Respons Banjir Besar di Aceh dan Sumatera
Kinerja Dianggap Memburuk, Bea Cukai Terancam Dibekukan Pemerintah
1 Desember 2025 Gaji Pensiunan Mulai Cair, Ini Besaranya
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Cek Daftar Terbarunya

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 13:00 WIB

Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Simak Detailnya

Sabtu, 29 November 2025 - 11:00 WIB

Korban Bencana Sumbar, Sumut dan Aceh Bertambah, BNPB Percepat Akses dan Mengaktifkan OMC

Jumat, 28 November 2025 - 23:00 WIB

Empat Pesawat TNI Bawa Bantuan ke Sumbar, Sumut dan Aceh

Jumat, 28 November 2025 - 17:00 WIB

Kampus Jadi Target Baru Peredaran Narkoba, BNN Tegaskan Pentingnya Waspada

Jumat, 28 November 2025 - 12:34 WIB

Pemerintah Percepat Respons Banjir Besar di Aceh dan Sumatera

Berita Terbaru

Tanjabbar

503 Pelajar Tanjabbar Dapat Bantuan Dumisake Pendidikan 2025

Minggu, 30 Nov 2025 - 19:18 WIB

Karyawan menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (ANTAM), Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/9/2025)

Finansial

Harga Emas Menguat Sepanjang Pekan, Ini Rinciannya

Minggu, 30 Nov 2025 - 17:00 WIB

Kerinci

PS Semurup Mundur dari Bupati Cup 2025, Ini Alasannya

Minggu, 30 Nov 2025 - 15:56 WIB