KLIKINAJA – Pergerakan harga emas kembali menjadi sorotan pada Jumat, 27 Februari 2026. Data terbaru yang di rilis Lakuemas pada pukul 05.24 WIB menunjukkan adanya penyesuaian harga jual emas perhiasan di seluruh kadar, mulai dari 24 karat hingga 9 karat.
Informasi ini menjadi rujukan penting bagi masyarakat yang tengah mempertimbangkan membeli atau melepas emasnya. Fluktuasi harga per gram yang terpaut cukup jauh antar kadar membuat calon pembeli perlu berhitung lebih cermat sebelum bertransaksi.
Harga Emas Perhiasan Hari Ini dari 24K hingga 9K
Berikut daftar harga emas perhiasan per gram yang berlaku hari ini:
24K (99%) : Rp 2.620.000
23K : Rp 2.253.000
22K : Rp 2.154.000
21K : Rp 2.060.000
20K : Rp 1.960.000
19K : Rp 1.861.000
18K : Rp 1.761.000
17K : Rp 1.662.000
16K : Rp 1.562.000
15K : Rp 1.464.000
14K : Rp 1.366.000
13K : Rp 1.268.000
12K : Rp 1.169.000
11K : Rp 1.069.000
10K : Rp 972.000
9K : Rp 872.000
Selisih harga paling mencolok terlihat antara emas 24 karat dan 18 karat. Per gramnya terpaut Rp 859.000. Angka tersebut cukup signifikan, terutama bagi pembeli dalam jumlah besar.
Selisih 24K dan 18K, Mana Lebih Menguntungkan?
Emas 24 karat dengan kemurnian 99 persen tetap menjadi pilihan utama untuk investasi. Harganya hari ini berada di level Rp 2.620.000 per gram. Kandungan emas murni yang sangat tinggi membuat nilainya cenderung lebih stabil dalam jangka panjang.
Berbeda dengan 24K, emas 18 karat mengandung sekitar 75 persen emas murni yang di campur logam lain. Campuran tersebut menjadikannya lebih kokoh dan tidak mudah berubah bentuk. Harga jualnya saat ini Rp 1.761.000 per gram, sehingga lebih terjangkau untuk kebutuhan perhiasan harian.
Bagi investor, 24K kerap di pilih karena nilai intrinsiknya lebih besar. Namun untuk pemakaian sehari-hari, 18K sering di anggap lebih praktis karena daya tahannya lebih baik.
Perbedaan harga antar kadar pada dasarnya di pengaruhi oleh tingkat kemurnian. Semakin tinggi kadar emas murninya, semakin mahal banderolnya. Faktor eksternal juga berperan, mulai dari pergerakan harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga kondisi ekonomi dunia yang terus bergerak dinamis.
Dalam beberapa bulan terakhir, volatilitas pasar global membuat harga emas cenderung fluktuatif. Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas masih di pandang sebagai aset lindung nilai yang relatif aman. Itulah sebabnya permintaan emas, baik dalam bentuk logam mulia maupun perhiasan, tetap terjaga.
Bagi masyarakat yang ingin membeli, memantau tren harga beberapa hari atau minggu terakhir bisa membantu membaca arah pergerakan. Sementara bagi yang hendak menjual, memilih momen ketika harga berada di tren naik dapat memberikan selisih keuntungan lebih optimal.(Tim)









