KLIKINAJA – Harga emas perhiasan pada Selasa, 3 Maret 2026, bergerak dengan pola berbeda di pasar domestik. Pantauan dari situs resmi Raja Emas Indonesia dan Lakuemas memperlihatkan adanya lonjakan harga di satu sisi, sementara penyedia lain memilih menahan tarif di level sebelumnya.
Pergerakan ini terjadi di tengah tren penguatan harga emas global yang beberapa hari terakhir ikut mendorong penyesuaian harga di dalam negeri. Fluktuasi nilai tukar rupiah serta sentimen pasar internasional turut memberi warna pada pembentukan harga perhiasan berbasis emas.
Raja Emas Indonesia Kerek Harga 24 Karat
Raja Emas Indonesia menaikkan harga emas perhiasan kadar 24 karat menjadi Rp2.600.000 per gram. Angka tersebut bertambah Rp60.000 di bandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di Rp2.540.000 per gram.
Kenaikan tidak hanya terjadi pada kadar tertinggi. Hampir seluruh varian kadar emas mengalami penyesuaian, mengikuti lonjakan harga bahan baku.
Berikut rincian harga emas perhiasan Raja Emas Indonesia per 3 Maret 2026:
24 Karat: Rp2.600.000
23 Karat: Rp2.288.000
22 Karat: Rp2.188.000
21 Karat: Rp2.083.000
20 Karat: Rp1.983.000
19 Karat: Rp1.882.000
18 Karat: Rp1.785.000
Lonjakan ini menunjukkan bahwa permintaan emas fisik masih terjaga, terutama menjelang periode tertentu ketika masyarakat cenderung meningkatkan pembelian untuk investasi maupun kebutuhan perhiasan.
Lakuemas Pilih Bertahan, Harga Tetap Stabil
Berbeda dengan kompetitornya, Lakuemas mempertahankan harga emas perhiasan di level sebelumnya. Untuk kadar 24 karat (99 persen), harga tetap Rp2.631.000 per gram.
Stabilitas juga terlihat pada kadar lain yang tidak mengalami perubahan di bandingkan hari sebelumnya. Strategi ini mengindikasikan pendekatan yang lebih hati-hati sambil menunggu arah pasar berikutnya.
Daftar harga emas perhiasan Lakuemas:
24 Karat (99%): Rp2.631.000
23 Karat: Rp2.262.000
22 Karat: Rp2.163.000
21 Karat: Rp2.068.000
20 Karat: Rp1.968.000
19 Karat: Rp1.868.000
18 Karat: Rp1.768.000
Kondisi ini memberi ruang bagi konsumen untuk membandingkan harga sebelum memutuskan pembelian.
Peluang dan Pertimbangan Sebelum Membeli
Perbedaan tren antara dua penyedia emas tersebut menghadirkan alternatif di pasar. Konsumen yang memprioritaskan momentum kenaikan bisa melihat pergerakan di Raja Emas sebagai indikator tren. Sementara pembeli yang menginginkan harga lebih stabil dapat mempertimbangkan Lakuemas.
Dalam konteks investasi, emas perhiasan memang memiliki karakter berbeda di banding emas batangan. Ada biaya pembuatan yang melekat pada harga jualnya, sehingga selisih beli dan jual kembali perlu di perhitungkan secara matang. Bagi investor jangka panjang, membeli saat harga relatif terkoreksi sering kali menjadi strategi yang di pilih.
Di sisi lain, emas perhiasan tetap di minati karena memiliki nilai fungsi ganda: sebagai instrumen lindung nilai sekaligus aksesori bernilai estetika. Dengan dinamika pasar yang cepat berubah, calon pembeli di sarankan rutin memantau pembaruan harga melalui kanal resmi masing-masing penyedia agar keputusan yang di ambil tetap rasional dan terukur.(Tim)









