KLIKINAJA – Honda memperkenalkan pembaruan untuk ZR-V di pasar Jepang dengan sentuhan desain yang lebih tegas dan pendekatan teknologi yang berbeda dari sebelumnya. Model facelift ini hadir sebagai respons atas persaingan ketat di segmen SUV kompak yang kian ramai.
Secara tampilan, ubahan terlihat pada gril depan yang lebih modern, permainan garis bodi yang di pertegas, serta penyegaran di bagian lampu dan detail velg. Kabin pun mendapat peningkatan, mulai dari sistem hiburan hingga fitur keselamatan aktif yang kini makin lengkap.
Peluncuran di Jepang menjadi penanda arah baru ZR-V, terutama karena Honda mengubah strategi dapur pacunya secara menyeluruh.
Fokus Hybrid 2.0 Liter, Mesin Turbo Disetop
Untuk model 2026, seluruh varian ZR-V kini mengandalkan sistem hybrid e:HEV 2.0 liter. Mesin 1.5 liter turbo non-hybrid yang sebelumnya tersedia resmi di hentikan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Honda dalam mendorong elektrifikasi di lini SUV mereka.
Teknologi e:HEV mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar lebih baik tanpa mengorbankan performa. Konsumen dapat memilih penggerak roda depan (2WD) yang cocok untuk penggunaan harian di perkotaan, atau sistem penggerak semua roda (AWD) bagi yang membutuhkan traksi lebih optimal.
Secara karakter, sistem hybrid Honda di kenal halus saat akselerasi dan responsif dalam kondisi stop-and-go. Ini menjadi nilai jual penting di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap konsumsi BBM dan emisi.
Estimasi Harga dan Peluang Masuk Indonesia
Di pasar Jepang, harga ZR-V terbaru di perkirakan mulai dari kisaran Rp380 jutaan untuk varian e:HEV X berpenggerak roda depan. Sementara tipe tertinggi e:HEV Z Cross Touring AWD menyentuh sekitar Rp486 jutaan setelah di konversi dari Yen.
Angka tersebut masih sebatas estimasi dan belum memperhitungkan pajak maupun biaya impor jika nantinya di bawa ke Indonesia. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Honda Prospect Motor terkait jadwal peluncuran maupun banderol resmi untuk pasar domestik.
Sebagai SUV kompak, ZR-V berada di tengah persaingan ketat dengan nama-nama seperti Toyota Corolla Cross dan Mazda CX-30. Konsumen Indonesia belakangan menunjukkan minat besar pada model hybrid, terutama setelah insentif pajak untuk kendaraan rendah emisi mulai di gulirkan pemerintah.
Bila ZR-V hybrid benar-benar masuk Tanah Air, peluangnya cukup terbuka. Segmen SUV kompak masih tumbuh stabil, di dorong kebutuhan kendaraan keluarga yang ringkas namun tetap premium. Honda tampaknya membaca tren ini dengan jelas: elektrifikasi bukan lagi opsi tambahan, melainkan arah utama pengembangan produk.(Tim)









