KLIKINAJA – Pasar ponsel pintar Indonesia pada 2026 menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan. Spesifikasi yang sebelumnya hanya di temui di kelas menengah atas kini mulai merambah segmen harga terjangkau. Salah satu yang paling terasa ialah kehadiran HP dengan RAM 12 GB yang kini bisa di beli dengan banderol Rp1 jutaan.
Kebutuhan multitasking, konsumsi konten digital, hingga pemakaian aplikasi berbasis kecerdasan buatan ringan membuat kapasitas RAM besar tak lagi sekadar pelengkap. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat ber-RAM besar dengan berbagai pendekatan agar tetap kompetitif di pasar.
RAM Besar Tak Lagi Mahal, Produsen Ubah Strategi
Pilihan pertama datang dari smartphone 5G generik dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal 512 GB. Perangkat ini di pasarkan di kisaran Rp1,8 juta hingga Rp1,9 juta. Dukungan jaringan 5G sudah tersedia, sementara sektor kamera dan layar berada pada level standar untuk penggunaan sehari-hari.
Ponsel ini menyasar pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan besar dan kinerja multitasking tanpa memikirkan nama merek.
Masih di rentang harga yang sama, varian 5G generik lainnya hadir dengan konfigurasi serupa. RAM 12 GB di padukan dengan memori 512 GB, cukup untuk streaming, media sosial, hingga gim ringan.
Produk OEM seperti ini banyak beredar di marketplace karena mampu menekan harga secara agresif. Daya tarik utamanya terletak pada spesifikasi di atas kertas, meski aspek layanan purna jual cenderung terbatas.
Opsi Bermerek Mulai Dominasi Kelas Menengah Murah
Beranjak ke kelas Rp2 jutaan, ZTE Nubia Neo 3 5G NFC menawarkan nilai yang lebih seimbang. Ponsel ini mengandalkan RAM fisik 8 GB yang diperluas dengan RAM virtual hingga 12 GB, menghasilkan total RAM efektif 20 GB. Dengan harga sekitar Rp2,7 juta, Nubia Neo 3 telah mendukung jaringan 5G, NFC, serta baterai berkapasitas besar yang menunjang aktivitas harian dan gaming ringan.
Sementara itu, Xiaomi Redmi Note 14 4G berada di segmen harga sekitar Rp3,3 juta. Meski belum mendukung 5G, perangkat ini di bekali RAM 12 GB dan layar besar yang nyaman untuk menonton video maupun bermain gim. Konsistensi performa dan ekosistem Xiaomi menjadi alasan utama ponsel ini tetap di minati, terutama oleh pengguna yang mengutamakan stabilitas sistem.
Jika di tarik garis perbandingan, ponsel generik unggul dari sisi harga dan kapasitas penyimpanan, sedangkan merek seperti ZTE dan Xiaomi menawarkan kejelasan kualitas serta dukungan layanan. Di sisi lain, masih ada HP RAM 12 GB di kelas lebih tinggi, seperti Samsung Galaxy A56 5G yang di banderol sekitar Rp6 jutaan, menyasar segmen pengguna berbeda.
Tren ini menegaskan bahwa RAM 12 GB kini bukan lagi fitur eksklusif. Meski begitu, calon pembeli tetap disarankan mempertimbangkan performa chipset, kualitas layar, dan reputasi merek sebelum menentukan pilihan. Dengan pertimbangan matang, konsumen bisa memperoleh ponsel yang benar-benar sepadan dengan kebutuhan di tengah persaingan pasar smartphone 2026.(Tim)









