KLIKINAJA, SUNGAI PENUH – Halaman Kantor Pajak Pratama Sungai Penuh, Selasa (30/12/2025) berubah menjadi titik kumpul ribuan aparatur sipil negara. Sejak langit masih gelap, pegawai dari Kerinci hingga Kota Sungai Penuh berdatangan, membawa satu kepentingan mendesak: mengaktifkan akun pajak Coretax sebelum batas waktu berakhir.
Beberapa di antara mereka mengaku sudah meninggalkan rumah sekitar pukul lima pagi. Harapannya sederhana, tiba lebih awal agar bisa langsung dilayani. Namun kenyataan berkata lain. Banyak ASN yang bahkan datang sebelum pukul enam justru harus berbalik arah karena kuota pelayanan telah penuh.
Gelombang ini tak mengenal status. PNS, PPPK, hingga PPPK Paruh Waktu bercampur dalam antrean panjang yang mengular. Tenggat 30 Desember menjadi tekanan tersendiri, karena aktivasi Coretax berkaitan langsung dengan kewajiban administrasi pajak dan kelengkapan kepegawaian yang tak bisa di tunda.
Kuota Pelayanan Tak Seimbang dengan Jumlah Pemohon
Nada kecewa terdengar di berbagai sudut antrean. Seorang ASN bercerita, ia rela meninggalkan pekerjaan dan menempuh perjalanan jauh, namun tak kunjung mendapatkan kesempatan layanan. Raut letih dan keluhan serupa terus bermunculan seiring matahari meninggi.
Situasi di sekitar kantor pajak pun ikut terdampak. Arus lalu lintas di kawasan Desa Baru tersendat sejak pagi akibat kendaraan yang parkir di bahu jalan. Warga sekitar terpaksa menyesuaikan aktivitas harian karena kemacetan berlangsung hingga siang hari.
Pihak kantor pajak mengakui keterbatasan kapasitas pelayanan. Dalam sehari, jumlah wajib pajak yang bisa di layani hanya berkisar 150 hingga 200 orang. Angka itu jelas tak sebanding dengan lonjakan ASN yang datang bersamaan menjelang penutupan tahun.
Tekanan waktu membuat suasana kian tegang. Bagi ASN, Coretax bukan sekadar akun digital, melainkan pintu masuk ke berbagai kewajiban pelaporan yang berpengaruh langsung pada status administrasi mereka.
Di tengah kondisi yang padat dan melelahkan, harapan pun di arahkan kepada pemangku kebijakan. Penambahan kuota, perpanjangan masa aktivasi, hingga penguatan layanan daring di nilai menjadi jalan keluar agar antrean fisik tak terus berulang setiap akhir tahun.
Hingga sore hari, kerumunan belum sepenuhnya terurai. Kantor pajak masih dipadati ASN yang berpacu dengan waktu. Tanpa langkah adaptif dan sistem yang lebih fleksibel, pemandangan serupa di khawatirkan kembali terulang di masa mendatang.(Tim)









