Medali Emas Tanpa Apresiasi, Atlet Sungai Penuh Bersuara

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, SUNGAI PENUH – Prestasi membanggakan lahir dari arena Kejuaraan Provinsi Pencak Silat yang digelar pada 15–18 Desember 2026. Dari gelanggang itu, Ahmad Maulana, atlet asal Sungai Penuh, sukses mempersembahkan medali emas untuk daerahnya.

Namun euforia kemenangan itu cepat mereda. Usai kejuaraan, tak ada sambutan, apalagi penghargaan resmi yang datang dari KONI Kota Sungai Penuh. Prestasi yang seharusnya di rayakan justru berlalu nyaris tanpa suara.

Berjuang Sendiri Demi Nama Daerah

Di balik medali yang di bawa pulang, tersimpan cerita tentang keterbatasan. Sejak berangkat hingga kembali, Ahmad dan tim harus mengumpulkan dana secara patungan. Kebutuhan makan dari pagi sampai pertandingan selesai di tanggung sendiri, sementara fasilitas yang di berikan hanya sebatas kendaraan tanpa biaya bahan bakar maupun konsumsi.

Baca Juga :  Wako Sungai Penuh Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Ramadhan 2026

Harapan Atlet dan Tanda Tanya Anggaran

Ahmad tak menampik rasa syukurnya bisa bertanding dan menang. Meski demikian, ia mengaku perjalanan menuju podium tidaklah ringan. Menurutnya, perjuangan atlet sering kali berlangsung jauh dari sorotan, bahkan sebelum memasuki arena pertandingan.

Ia menyampaikan bahwa dukungan minimal membuat atlet harus memutar otak agar tetap bisa berlaga. Baginya, persoalan ini bukan soal tuntutan pribadi, melainkan tentang penghargaan atas usaha membawa nama daerah ke tingkat provinsi.

Baca Juga :  Boekit Diza, Tempat Nginep Hits dengan View Kabut di Sungai Penuh

Ahmad berharap ke depan ada perhatian yang lebih nyata bagi atlet berprestasi. Ia menilai, kehadiran dukungan dan apresiasi akan menjadi penyemangat penting, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga generasi atlet berikutnya.

Situasi ini memicu pertanyaan di kalangan masyarakat dan pemerhati olahraga. Pengelolaan anggaran pembinaan olahraga di nilai layak di telusuri agar prestasi tidak lagi lahir dari pengorbanan sepihak. Tanpa perubahan, semangat atlet untuk terus mengharumkan nama daerah di khawatirkan perlahan memudar.

Hingga saat ini Koni Sungaipenuh belum memberikan keterangan terkait dengan permasalahan ini.(Tim)

Berita Terkait

Messi Pecahkan Rekor Tendangan Bebas Pele, Dekati Juninho
128 Warga Binaan Rutan Sungai Penuh Terima Remisi Idul Fitri 2026, Didominasi Kasus Narkotika
Usulan Ganti Nama Kota Sungai Penuh Jadi Kota Kerinci Tuai Pro dan Kontra
Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Halal Bihalal Gubernur Jambi di Bangko
DLH Sungai Penuh Siagakan Armada Hadapi Lonjakan Sampah Lebaran
Pelepasan Jemaah Haji Pondok Tinggi Perkuat Tradisi dan Solidaritas Warga
PSG Hajar Nice 4-0, Kembali Puncaki Klasemen Ligue 1
Open House Idul Fitri, Wali Kota Alfin Pererat Silaturahmi Warga
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:00 WIB

Messi Pecahkan Rekor Tendangan Bebas Pele, Dekati Juninho

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:00 WIB

128 Warga Binaan Rutan Sungai Penuh Terima Remisi Idul Fitri 2026, Didominasi Kasus Narkotika

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:14 WIB

Usulan Ganti Nama Kota Sungai Penuh Jadi Kota Kerinci Tuai Pro dan Kontra

Selasa, 24 Maret 2026 - 08:28 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Halal Bihalal Gubernur Jambi di Bangko

Senin, 23 Maret 2026 - 17:00 WIB

DLH Sungai Penuh Siagakan Armada Hadapi Lonjakan Sampah Lebaran

Berita Terbaru