Ancaman Longsor di Jalur Nasional Sungaipenuh – Tapan, Pengendara Minta Langkah Nyata Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, SUNGAI PENUH – Ancaman longsor kembali menghantui ruas Jalan Nasional Sungai penuh – Tapan, khususnya di kawasan puncak yang memiliki kontur tebing curam dan rawan pergerakan tanah. Jalur ini menjadi urat nadi penghubung antar daerah, sekaligus akses vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Sejumlah pengendara yang rutin melintasi jalur tersebut menyuarakan kekhawatiran mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, longsor kerap terjadi saat curah hujan tinggi, menyebabkan jalan tertutup material tanah dan batu, bahkan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Menurut warga dan pengendara, di butuhkan metode penanganan yang lebih konkret dan berkelanjutan, bukan sekadar pembersihan material longsor setelah kejadian. Upaya pencegahan di nilai jauh lebih penting untuk menjamin keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas.

Baca Juga :  Bupati Merangin Soroti Gaya Hidup ASN Berlebihan

Metode Praktis Stabilitas Lereng Di nilai Mendesak

Beberapa metode praktis yang di nilai efektif untuk mengantisipasi longsor antara lain penguatan lereng dengan bronjong, pemasangan dinding penahan tanah, penggunaan geotekstil, hingga penanaman vegetasi berakar kuat di sepanjang tebing. Langkah-langkah tersebut di yakini mampu meningkatkan kestabilan lereng dan menekan risiko longsor, terutama di titik-titik rawan.

Selain itu, sistem drainase lereng juga perlu di benahi agar aliran air hujan tidak menggerus struktur tanah. Air yang tertahan di dalam lereng kerap menjadi pemicu utama terjadinya pergeseran tanah.

Baca Juga :  Dzulhijjah Tiba, Mengungkap Keagungan Bulan Penuh Berkah dan Amalan Istimewa

Harapan ke BPJN dan Pemerintah

Pengendara berharap pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera melakukan kajian teknis dan merealisasikan penanganan permanen di jalur tersebut. Mereka menilai, langkah antisipatif akan jauh lebih efektif di banding penanganan darurat yang berulang setiap musim hujan.

“Jalur ini sangat vital. Kalau longsor terjadi saat lalu lintas padat, risikonya bukan hanya kemacetan, tapi juga keselamatan jiwa,” ujar salah seorang pengendara.

Masyarakat berharap perhatian serius segera di berikan, agar Jalan Nasional Sungaipenuh – Tapan tetap aman di lalui dan tidak terus-menerus menjadi ancaman bagi infrastruktur, fasilitas umum, serta permukiman penduduk di sekitarnya.(Tim)

Berita Terkait

Pemkab Rejang Lebong Hapus Open House Lebaran 2026, Fokus Turun ke Warga
Open House Idul Fitri, Wali Kota Alfin Pererat Silaturahmi Warga
Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh
Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis
Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:00 WIB

Pemkab Rejang Lebong Hapus Open House Lebaran 2026, Fokus Turun ke Warga

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:00 WIB

Open House Idul Fitri, Wali Kota Alfin Pererat Silaturahmi Warga

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:00 WIB

Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:26 WIB

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Teknologi

AI Ambil Alih Coding, Peran Programmer Kini Berubah

Sabtu, 21 Mar 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi

Teknologi

Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026, Aturan Baru dan Dampaknya

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:00 WIB