KLIKINAJA, SUNGAI PENUH – Ancaman longsor kembali menghantui ruas Jalan Nasional Sungai penuh – Tapan, khususnya di kawasan puncak yang memiliki kontur tebing curam dan rawan pergerakan tanah. Jalur ini menjadi urat nadi penghubung antar daerah, sekaligus akses vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Sejumlah pengendara yang rutin melintasi jalur tersebut menyuarakan kekhawatiran mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, longsor kerap terjadi saat curah hujan tinggi, menyebabkan jalan tertutup material tanah dan batu, bahkan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Menurut warga dan pengendara, di butuhkan metode penanganan yang lebih konkret dan berkelanjutan, bukan sekadar pembersihan material longsor setelah kejadian. Upaya pencegahan di nilai jauh lebih penting untuk menjamin keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas.
Metode Praktis Stabilitas Lereng Di nilai Mendesak
Beberapa metode praktis yang di nilai efektif untuk mengantisipasi longsor antara lain penguatan lereng dengan bronjong, pemasangan dinding penahan tanah, penggunaan geotekstil, hingga penanaman vegetasi berakar kuat di sepanjang tebing. Langkah-langkah tersebut di yakini mampu meningkatkan kestabilan lereng dan menekan risiko longsor, terutama di titik-titik rawan.
Selain itu, sistem drainase lereng juga perlu di benahi agar aliran air hujan tidak menggerus struktur tanah. Air yang tertahan di dalam lereng kerap menjadi pemicu utama terjadinya pergeseran tanah.
Harapan ke BPJN dan Pemerintah
Pengendara berharap pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera melakukan kajian teknis dan merealisasikan penanganan permanen di jalur tersebut. Mereka menilai, langkah antisipatif akan jauh lebih efektif di banding penanganan darurat yang berulang setiap musim hujan.
“Jalur ini sangat vital. Kalau longsor terjadi saat lalu lintas padat, risikonya bukan hanya kemacetan, tapi juga keselamatan jiwa,” ujar salah seorang pengendara.
Masyarakat berharap perhatian serius segera di berikan, agar Jalan Nasional Sungaipenuh – Tapan tetap aman di lalui dan tidak terus-menerus menjadi ancaman bagi infrastruktur, fasilitas umum, serta permukiman penduduk di sekitarnya.(Tim)









