Kasus DBD Batang Hari 2025 Capai 112, Awal Tahun Paling Rawan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, MUARA BULIAN – Sepanjang 2025, Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Batang Hari.

Catatan Dinas Kesehatan setempat menunjukkan total 112 kasus di temukan sejak Januari hingga Desember, dengan lonjakan tajam terjadi di awal tahun.

Januari menjadi periode paling berat setelah 34 warga di laporkan terjangkit, sementara Oktober justru mencatat angka terendah dengan hanya satu kasus.

Memasuki penghujung tahun, situasi perlahan mereda. Penanggung Jawab Program DBD Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Batang Hari, Novita Sari, menyebut tren di Desember relatif terkendali meski curah hujan meningkat.

“Sepanjang bulan tersebut, laporan yang masuk hanya tiga kasus, menandakan penularan tidak seagresif bulan-bulan sebelumnya,” ujar Novita Sari.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Kerinci Amankan Pemuda Bawa Sabu Hampir 24 Gram

Wilayah Rawan dan Kelompok Usia Paling Terdampak

Bila di tarik ke belakang, grafik kasus memang bergerak naik-turun. Setelah Januari, jumlah penderita berkurang menjadi 18 kasus pada Februari dan 11 kasus di Maret. April dan Mei sama-sama mencatat tujuh kasus, lalu Juni enam kasus.

“Pada bulan Juli sempat menurun ke dua kasus, sebelum kembali naik di Agustus dan September dengan masing-masing sembilan kasus. November menutup dengan lima kasus, dan Desember kembali turun menjadi tiga kasus,” terangnya.

Sejumlah wilayah di nilai lebih rentan dibanding daerah lain. Kawasan Muara Bulian, wilayah kerja Puskesmas Jembatan Emas, serta Muara Tembesi kerap menjadi titik rawan. Luas kawasan, kepadatan penduduk, serta banyaknya genangan air memberi ruang ideal bagi nyamuk berkembang biak. Dari sisi usia, kelompok produktif 15 hingga 49 tahun tercatat paling banyak terpapar.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Bangun Dua Sekolah Rakyat SMA, Rampung 2026

Untuk menekan risiko, Dinas Kesehatan kembali mengajak masyarakat aktif menjaga lingkungan. Upaya 3M Plus menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mendaur ulang barang bekas, serta menghindari genangan di anggap masih menjadi langkah paling efektif.

“Kewaspadaan warga, terutama di musim hujan, di nilai krusial agar tren penurunan kasus dapat terus terjaga,” tutupnya.(Tim)

Berita Terkait

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus
BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat
Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah
Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:00 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Berita Terbaru

Bisnis

Harga Emas Antam 21 Maret 2026 Stabil di Rp2,89 Juta

Sabtu, 21 Mar 2026 - 12:00 WIB

Game

Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026, Klaim Gems Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 10:00 WIB

Bisnis

Link DANA Kaget Lebaran 2026, Cara Klaim Saldo Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 09:00 WIB

Daerah

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 08:00 WIB