KLIKINAJA, MUARA BULIAN – Sepanjang 2025, Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Batang Hari.
Catatan Dinas Kesehatan setempat menunjukkan total 112 kasus di temukan sejak Januari hingga Desember, dengan lonjakan tajam terjadi di awal tahun.
Januari menjadi periode paling berat setelah 34 warga di laporkan terjangkit, sementara Oktober justru mencatat angka terendah dengan hanya satu kasus.
Memasuki penghujung tahun, situasi perlahan mereda. Penanggung Jawab Program DBD Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Batang Hari, Novita Sari, menyebut tren di Desember relatif terkendali meski curah hujan meningkat.
“Sepanjang bulan tersebut, laporan yang masuk hanya tiga kasus, menandakan penularan tidak seagresif bulan-bulan sebelumnya,” ujar Novita Sari.
Wilayah Rawan dan Kelompok Usia Paling Terdampak
Bila di tarik ke belakang, grafik kasus memang bergerak naik-turun. Setelah Januari, jumlah penderita berkurang menjadi 18 kasus pada Februari dan 11 kasus di Maret. April dan Mei sama-sama mencatat tujuh kasus, lalu Juni enam kasus.
“Pada bulan Juli sempat menurun ke dua kasus, sebelum kembali naik di Agustus dan September dengan masing-masing sembilan kasus. November menutup dengan lima kasus, dan Desember kembali turun menjadi tiga kasus,” terangnya.
Sejumlah wilayah di nilai lebih rentan dibanding daerah lain. Kawasan Muara Bulian, wilayah kerja Puskesmas Jembatan Emas, serta Muara Tembesi kerap menjadi titik rawan. Luas kawasan, kepadatan penduduk, serta banyaknya genangan air memberi ruang ideal bagi nyamuk berkembang biak. Dari sisi usia, kelompok produktif 15 hingga 49 tahun tercatat paling banyak terpapar.
Untuk menekan risiko, Dinas Kesehatan kembali mengajak masyarakat aktif menjaga lingkungan. Upaya 3M Plus menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mendaur ulang barang bekas, serta menghindari genangan di anggap masih menjadi langkah paling efektif.
“Kewaspadaan warga, terutama di musim hujan, di nilai krusial agar tren penurunan kasus dapat terus terjaga,” tutupnya.(Tim)









