Pemkot Sungai Penuh Bidik PAD Lewat Pembenahan Pajak Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai mengalihkan fokus pada pembenahan sumber pendapatan daerah yang selama ini belum memberikan kontribusi optimal. Upaya tersebut di jalankan melalui kajian khusus tentang pajak dan retribusi daerah yang di garap oleh Balitbangda, Senin (29/12/2025).

Kajian ini di arahkan untuk membaca ulang potensi riil di lapangan. Sejumlah persoalan seperti kebocoran penerimaan, prosedur pemungutan yang rumit, hingga ketidaksesuaian regulasi dengan kondisi aktual menjadi bahan evaluasi utama. Pemkot menilai, tanpa pembenahan menyeluruh, beban pembiayaan pembangunan dan layanan publik akan semakin berat.

Berbagai unsur di libatkan dalam proses ini. DPRD, perangkat daerah, BUMN dan BUMD, para camat, hingga tokoh masyarakat di minta memberi masukan agar kebijakan yang di susun tidak berjarak dengan realitas ekonomi warga.

Baca Juga :  7 Desa Wisata Unik di Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu

Digitalisasi dan Arah Baru Pengelolaan PAD

Wali Kota Alfin menegaskan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak bisa hanya di kejar lewat angka target.

“Pentingnya kita membangun sistem pemungutan yang sederhana, transparan, dan memberi rasa keadilan bagi wajib pajak,” katanya.

Menurut Alfin, ketika layanan di buat lebih mudah dan pengelolaan di lakukan secara terbuka, tingkat kepatuhan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya. Pola ini di nilai lebih berkelanjutan di banding sekadar pengetatan penagihan.

Baca Juga :  11 Game Indonesia Terbaik 2025 Wajib Dicoba

Sejalan dengan itu, Pemkot mendorong digitalisasi pajak dan retribusi untuk memangkas biaya administrasi sekaligus menutup celah penyimpangan. Peran BUMD juga di pacu agar lebih produktif, sementara UMKM dan sektor pariwisata di siapkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada PAD.

Kajian ini di targetkan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif, bukan berhenti di tataran konsep. Pemerintah berharap, hasilnya dapat menjadi pijakan kebijakan jangka menengah agar pengelolaan pendapatan daerah di Sungai Penuh lebih adaptif terhadap di namika ekonomi lokal.(Tim)

Berita Terkait

Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh
Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus
Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah
Persiapan Sholat Idul Fitri 1447 H di Sungai Penuh Dimatangkan
Kecelakaan Libatkan Tiga Kendaraan di Sungai Penuh, Lima Orang Alami Luka Ringan
Dishub Sungai Penuh Buka Call Center Mudik Lebaran 2026
Persiapan Sholat Idulfitri 1447 H di Sungai Penuh Dimatangkan
Wawako Sungai Penuh Sidak Pasar Tanjung Bajure, Harga Sembako Jelang Lebaran Stabil
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:00 WIB

Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:00 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:08 WIB

Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:00 WIB

Persiapan Sholat Idul Fitri 1447 H di Sungai Penuh Dimatangkan

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:00 WIB

Kecelakaan Libatkan Tiga Kendaraan di Sungai Penuh, Lima Orang Alami Luka Ringan

Berita Terbaru

Teknologi

Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026, Aturan Baru dan Dampaknya

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:00 WIB

Kesehatan

5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi

Sabtu, 21 Mar 2026 - 13:00 WIB

Bisnis

Harga Emas Antam 21 Maret 2026 Stabil di Rp2,89 Juta

Sabtu, 21 Mar 2026 - 12:00 WIB