TBC Masih Mengintai Kota Jambi, 163 Nyawa Melayang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, JAMBI – Bayang-bayang tuberkulosis belum sepenuhnya pergi dari Kota Jambi. Hingga pertengahan Desember 2025, Dinas Kesehatan setempat mencatat 163 warga meninggal dunia akibat penyakit menular tersebut. Angka ini menjadi peringatan bahwa TBC masih menjadi ancaman serius, bahkan di wilayah perkotaan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Jambi, Rini Kartika, mengungkapkan jumlah kematian itu setara dengan 8,6 persen dari total kasus yang terdeteksi.

“Sepanjang Januari hingga 15 Desember 2025, sebanyak 2.178 warga di nyatakan mengidap TBC, dengan 253 di antaranya merupakan anak-anak,” ujar Rini.

Pengobatan Ada, Tantangan Masih Mengadang

Di balik angka tersebut, Rini menekankan bahwa tuberkulosis sejatinya dapat disembuhkan. Kunci utamanya terletak pada kedisiplinan pasien menjalani pengobatan sesuai standar medis selama sedikitnya enam bulan tanpa terputus.

Baca Juga :  Sekda Alpian Tegaskan Sinergi Pemkot dan Kejaksaan Kendalikan Inflasi

Sayangnya, proses penanganan sering kali tersendat bukan karena keterbatasan layanan, melainkan faktor sosial. “Stigma negatif yang berkembang di masyarakat membuat sebagian penderita enggan memeriksakan diri atau menghentikan pengobatan di tengah jalan. Situasi ini berpotensi memperpanjang rantai penularan dan meningkatkan risiko komplikasi,” terangnya.

Peraturan Wali Kota Jadi Senjata Pengendalian

Untuk memutus mata rantai tersebut, Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat strategi pencegahan melalui edukasi dan pendekatan lintas sektor. Salah satu langkah konkret di lakukan dengan memberlakukan Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 32 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis 2025–2030.

Baca Juga :  Tiga Kepala Daerah Jelajahi Alam Kerinci Gunakan Trail

Regulasi ini di susun sebagai panduan komprehensif dalam pengendalian TBC sekaligus mendukung target eliminasi tuberkulosis nasional pada 2030. Fokusnya tidak semata pada layanan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek lingkungan dan sosial.

Rini menjelaskan, peran sektor kesehatan hanya menyumbang sekitar 25 persen dalam keberhasilan pengendalian TBC. “Selebihnya sangat di pengaruhi faktor nonmedis, mulai dari kecukupan gizi, kualitas lingkungan dan rumah tinggal yang sehat, hingga peningkatan pemahaman masyarakat melalui edukasi kesehatan di ruang publik,” tutupnya.(Tim)

Berita Terkait

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus
BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat
Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah
Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:26 WIB

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:00 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Berita Terbaru

Game

Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026, Klaim Gems Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 10:00 WIB

Bisnis

Link DANA Kaget Lebaran 2026, Cara Klaim Saldo Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 09:00 WIB

Daerah

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 08:00 WIB