KLIKINAJA.COM – Arus mudik dan mobilitas masyarakat saat Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di wilayah Kerinci di pastikan tetap di dukung layanan penerbangan yang berjalan normal. Bandara Depati Parbo tidak melakukan perubahan jadwal reguler, sehingga penerbangan tetap beroperasi pada hari Senin dan Kamis seperti biasanya.
Kondisi ini memberi kepastian bagi penumpang yang telah merencanakan perjalanan jauh hari, terutama mereka yang mengandalkan moda transportasi udara untuk efisiensi waktu. Jadwal yang konsisten di nilai penting agar masyarakat tidak mengalami kebingungan di tengah padatnya aktivitas Lebaran.
Jadwal Reguler Tetap Berjalan
Humas Bandara Depati Parbo Kerinci, Hasveri Oriza, memastikan bahwa operasional penerbangan selama masa Lebaran tetap mengacu pada jadwal rutin yang telah berjalan selama ini.
“Pada periode Idulfitri, jadwal penerbangan tidak mengalami perubahan, tetap berlangsung setiap hari Senin dan Kamis,” ujar Hasveri Oriza.
Menurutnya, pihak bandara telah melakukan sejumlah persiapan teknis dan koordinasi untuk menjaga kelancaran layanan, termasuk memastikan kesiapan fasilitas serta keamanan penerbangan selama periode libur panjang tersebut.
Tambahan Penerbangan di Hari Lebaran
Di sisi lain, lonjakan kebutuhan perjalanan pada hari puncak Lebaran juga menjadi perhatian. Untuk itu, satu penerbangan tambahan di siapkan khusus pada Sabtu, 21 April 2026, yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri.
“Kami menambah satu jadwal penerbangan pada Sabtu, 21 April 2026, sebagai langkah untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan masyarakat di Hari Lebaran,” jelasnya.
Penerbangan tambahan ini akan di layani oleh maskapai perintis Susi Air, yang selama ini menjadi penghubung penting bagi wilayah Kerinci dan sekitarnya. Kehadiran extra flight tersebut di harapkan mampu mengurai kepadatan penumpang, terutama bagi masyarakat yang hendak bersilaturahmi atau kembali ke daerah asal.
Dalam konteks daerah seperti Kerinci yang memiliki akses transportasi terbatas, peran penerbangan perintis menjadi sangat vital. Selain mempercepat mobilitas, layanan ini juga membantu menjaga konektivitas ekonomi dan sosial, terutama saat momen besar seperti Idulfitri.
Dengan adanya kombinasi jadwal reguler dan penerbangan tambahan, masyarakat kini memiliki pilihan perjalanan yang lebih fleksibel. Perencanaan perjalanan pun bisa di lakukan lebih matang tanpa khawatir kehabisan tiket di masa puncak Lebaran.(Tim)









