Jalan Nasional Kerinci–Sungai Penuh Dikeruk, Kecelakaan Mulai Terjadi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Keluhan keras datang dari warga yang melintas di ruas jalan Nasional penghubung Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Jalan yang telah di kerok sebagai bagian dari proyek perbaikan justru di biarkan terbuka tanpa penanganan lanjutan, sehingga menyisakan permukaan tidak rata dan berbahaya bagi pengguna jalan.

Pantauan di lapangan memperlihatkan bekas kupasan aspal membentuk cekungan cukup dalam di sejumlah titik. Kondisi ini langsung di rasakan dampaknya oleh pengendara, terutama sepeda motor, yang harus menurunkan kecepatan secara tiba-tiba demi menghindari lubang. Di jam-jam sibuk, situasi tersebut kerap memicu antrean kendaraan dan meningkatkan risiko tabrakan.

Bagi warga setempat, pengerukan tanpa kejelasan waktu pengaspalan lanjutan menimbulkan tanda tanya besar. Jalan Nasional yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas ekonomi, pendidikan, dan distribusi hasil pertanian, berubah menjadi lintasan yang menuntut kewaspadaan ekstra setiap saat.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini Bervariasi, 24 Karat Tertinggi

Minim Rambu, Malam Hari Jadi Ancaman

Risiko kecelakaan melonjak saat malam tiba. Minimnya penerangan jalan umum membuat bekas kerukan nyaris tak terlihat dari kejauhan. Banyak pengendara mengaku baru menyadari adanya lubang ketika jarak sudah terlalu dekat untuk menghindar.

“Siang saja sudah rawan, apalagi malam. Jalan gelap, tiba-tiba motor sudah masuk lubang,” ujar seorang warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Kekhawatiran warga terbukti beralasan. Dalam dua hari setelah pengerukan di lakukan, tercatat dua kecelakaan lalu lintas terjadi di Desa Koto Iman.

Para korban di laporkan mengalami luka cukup serius dan harus menjalani perawatan medis. Insiden ini memperkuat anggapan bahwa pengerjaan jalan berlangsung tanpa manajemen keselamatan yang memadai.

Baca Juga :  Perempuan Misterius Diduga Terjun ke Sungai Batanghari dari Jembatan Aurduri

Warga menilai, jika perbaikan belum dapat di lanjutkan, setidaknya harus di pasang rambu peringatan di setiap titik rawan serta penerangan sementara. Tanpa langkah itu, pengguna jalan seperti “di paksa bertaruh nyawa” setiap kali melintas.

“Kalau memang belum bisa di aspal, paling tidak pasang tanda bahaya di semua titik. Jangan sampai warga terus jadi korban,” tegas warga lainnya.

Desakan pun di arahkan kepada pemerintah provinsi agar segera turun tangan. Masyarakat meminta perbaikan dipercepat dan pihak kontraktor dievaluasi secara serius. Jalan Nasional, menurut warga, adalah nadi pergerakan wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, bukan jebakan berbahaya yang di biarkan terbuka tanpa tanggung jawab.(Tim)

Berita Terkait

Sungai Batang Merao Meluap Usai Hujan Deras, Sejumlah Pemukiman Terendam Banjir
BREAKING NEWS!! Perahu Wisata Karam di Danau Kerinci, Penumpang Dievakuasi Warga
Wisata BUMDes Desa Keluru Diserbu Pengunjung Saat Libur Lebaran 2026
Kuota SNBT 2026 UNJA Capai 3.797 Kursi, Ini Rinciannya
19 Aduan THR di Jambi Tuntas, Tiga Perusahaan Masih Diproses
Wisata Milik Pemkab Kerinci Disorot, Fasilitas Terbengkalai, Tarif Mahal Tuai Kritik
Pemkot Sungai Penuh Tinjau Pasar Tanjung Bajure, Fokus Penataan dan Kesejahteraan Pedagang
Sampah Menumpuk di TPS, Wajah Wisata Dermaga Danau Kerinci Tercoreng
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:33 WIB

Sungai Batang Merao Meluap Usai Hujan Deras, Sejumlah Pemukiman Terendam Banjir

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:24 WIB

BREAKING NEWS!! Perahu Wisata Karam di Danau Kerinci, Penumpang Dievakuasi Warga

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:00 WIB

Wisata BUMDes Desa Keluru Diserbu Pengunjung Saat Libur Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:00 WIB

Kuota SNBT 2026 UNJA Capai 3.797 Kursi, Ini Rinciannya

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:00 WIB

19 Aduan THR di Jambi Tuntas, Tiga Perusahaan Masih Diproses

Berita Terbaru