KLIKINAJA, JAMBI – Peningkatan curah hujan di Jambi telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menyatakan bahwa status siaga bencana ditetapkan setelah rapat koordinasi bersama stakeholder terkait, termasuk Polda, Korem, dan BMKG, Jumat (28/11/2025).
“Jambi menetapkan status siaga darurat hidrometeorologi. Rekomendasi ini muncul dari hasil rapat koordinasi yang kami lakukan hari ini,” ungkap Bachyuni.
Menurutnya, paling lambat 1 Desember 2025, tim penanggulangan bencana akan mulai dikerahkan. Tim ini melibatkan personel TNI, Polri, Balai Sungai, Dinas PUPR, BPBD, dan Dinas Kesehatan. Mereka akan fokus pada penanganan potensi banjir dan tanah longsor di wilayah rawan.
Berdasarkan pemetaan BPBD, wilayah yang paling berisiko banjir terletak di sepanjang bantaran Sungai Batanghari. Sedangkan ancaman tanah longsor tersebar di dataran tinggi, khususnya di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Peristiwa tanah longsor baru-baru ini di jalur lintas Sungai Penuh–Pesisir Selatan, tepatnya jalur Tapan, menjadi salah satu indikator penting bagi penetapan status siaga.
BMKG Jambi mencatat curah hujan meningkat rata-rata mencapai 300 milimeter. Meskipun tergolong kategori menengah, Bachyuni mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. “Jika debit air sungai mulai naik, kami imbau warga terdampak untuk segera mengungsi,” katanya.
Menjelang Natal dan Tahun Baru, pemerintah juga telah menyiapkan posko tanggap darurat di sejumlah titik strategis. Posko induk berada di Bandara Lama, sementara posko tambahan didirikan di Polda, Korem, serta seluruh kantor BPBD di kabupaten dan kota. Posko ini berkoordinasi dengan Polda dan Polres setempat untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi bencana selama Nataru.
Dengan langkah ini, Pemprov Jambi berupaya mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan menjaga keselamatan masyarakat. Peningkatan koordinasi antar instansi dan penempatan tim tanggap darurat di titik-titik rawan diharapkan dapat meminimalisasi risiko kerugian akibat banjir dan longsor.
Status siaga bencana hidrometeorologi di Jambi menjadi langkah antisipatif menghadapi curah hujan tinggi, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor, agar masyarakat tetap terlindungi.(Tim)









