KLIKINAJA.COM- Janji Gubernur Jambi, Al Haris, terkait perbaikan jalan di Desa Renah Pemetik kembali menjadi sorotan. Komitmen tersebut sebelumnya di sampaikan saat agenda Pejabat Tidur di Dusun (PertiSun) pada pertengahan 2025.
Namun hingga akhir Maret 2026, perbaikan yang di janjikan belum juga terlihat di lapangan. Kondisi ini memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat, terutama karena jalan tersebut memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi warga.
Menanggapi hal itu, pihak Dinas PUPR Provinsi Jambi akhirnya memberikan penjelasan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP), Muhammad Naufal Afandi, menyebut proses pengerjaan masih dalam tahap persiapan teknis.
“Dinas PUPR Provinsi Jambi telah menyelesaikan tahap survei lokasi guna mengidentifikasi titik-titik kerusakan jalan. Saat ini kami memasuki tahap persiapan akhir, termasuk mobilisasi alat berat dan penyiapan material, agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan efektif dan sesuai standar teknis,” ujar Naufal, Senin (30/03/2026).
Ia menegaskan, tahapan awal sudah di lalui dan kini fokus beralih ke kesiapan teknis di lapangan.
Jadwal Pengerjaan Mulai April 2026
Naufal menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk memastikan proses pengerjaan berjalan lancar, termasuk dukungan teknis dan kondisi lapangan.
Perbaikan jalan ini di harapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Akses distribusi hasil pertanian di proyeksikan menjadi lebih lancar, biaya angkut bisa di tekan, dan mobilitas warga menuju layanan dasar akan lebih mudah.
Rangkaian pekerjaan sendiri telah di susun secara bertahap. Pada minggu pertama April 2026, fokus di arahkan pada finalisasi administrasi dan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK).
Memasuki minggu kedua, tim akan melakukan pengecekan menyeluruh serta persiapan armada di workshop. Tahap ini penting untuk memastikan seluruh alat berat siap di gunakan tanpa kendala teknis.
Selanjutnya, pada minggu ketiga April, mobilisasi alat berat mulai di lakukan menuju lokasi pekerjaan di Kerinci. Ini menjadi penanda bahwa proyek mulai bergerak ke tahap lapangan.
Puncaknya, pada minggu keempat April 2026, pekerjaan fisik mulai dijalankan. Tahap awal berupa penggelaran material dan perataan badan jalan, yang menjadi fondasi utama sebelum pekerjaan lanjutan di lakukan.
Di tengah penantian masyarakat, kejelasan jadwal ini menjadi harapan baru. Realisasi di lapangan kini menjadi hal yang paling di tunggu, mengingat jalan tersebut menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga setempat.(Tim)






