KLIKINAJA – Memasuki Januari 2026, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali di temukan di Kota Sungai Penuh. Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak lima orang warga terkonfirmasi terjangkit penyakit yang di sebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Temuan ini menjadi sinyal kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang masih di dominasi hujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Era Syafitri, menyampaikan bahwa seluruh pasien saat ini berada dalam kondisi yang relatif stabil. Proses pemulihan berjalan baik, meskipun tidak semuanya sudah di perbolehkan pulang ke rumah.
“Secara bertahap kondisi pasien membaik. Ada yang sudah pulih, namun sebagian masih di rawat di rumah sakit,” kata Era Syafitri, beberapa hari yang lalu.
Ia menjelaskan, berdasarkan evaluasi tahunan, angka kasus DBD di Kota Sungai Penuh menunjukkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, jumlah penderita sempat mencapai 171 kasus. Angka tersebut turun signifikan pada 2025 menjadi 85 kasus.
“Meski data menunjukkan penurunan, potensi penularan tetap terbuka, terutama pada masa pancaroba dan curah hujan tinggi,” sebutnya.
Perubahan cuaca yang tidak menentu kerap menciptakan banyak genangan air di lingkungan permukiman. Kondisi ini menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak. Karena itu, Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski jumlah kasus belum tinggi.
Upaya pencegahan terus di gencarkan melalui imbauan kepada warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat di minta konsisten menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Langkah tambahan seperti penggunaan lotion antinyamuk dan pemasangan kawat kasa juga dianjurkan.
Menurut Era, peran aktif masyarakat menjadi faktor penentu dalam memutus mata rantai penularan DBD. Upaya medis akan sulit membuahkan hasil maksimal tanpa dukungan perilaku hidup bersih dari lingkungan sekitar.
“Jika kesadaran masyarakat terus terjaga dan 3M Plus di terapkan secara rutin, maka penyebaran DBD bisa di tekan,” tutupnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh juga terus melakukan pemantauan wilayah rawan, edukasi kesehatan, serta koordinasi lintas sektor hingga tingkat kelurahan. Pemerintah berharap kesadaran kolektif ini mampu menjaga tren penurunan kasus DBD tetap berlanjut sepanjang 2026.(Tim)






