Kemarau Dini di Jambi Ancam Krisis Air dan Karhutla

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kekeringan dan Karhutla.

Ilustrasi Kekeringan dan Karhutla.

KLIKINAJA.COM – Prediksi musim kemarau yang datang lebih cepat dari biasanya mulai memicu kekhawatiran di Provinsi Jambi. Ancaman yang muncul bukan hanya kekeringan, tetapi juga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Direktur KKI Warsi, Adi Junedi, mengungkapkan tanda-tanda awal sudah mulai terlihat. Ia menyebut, sejumlah sumber air di wilayah hulu mengalami penurunan debit, termasuk aliran Sungai Batang Kerinci yang mulai menunjukkan indikasi mengering.

“Di hulu mulai kering, sementara di hilir, terutama di kawasan gambut, potensi kebakaran semakin meningkat. Ini menjadi kombinasi yang berbahaya,” kata Adi beberapa waktu yang lalu.

Sinyal Krisis Lingkungan Mulai Terlihat

Adi menilai kondisi ini tidak bisa di lihat sebagai siklus musiman semata. Ia mengaitkannya dengan melemahnya perlindungan terhadap kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) yang selama ini berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem.

Menurutnya, krisis air dan karhutla merupakan dua sisi dari persoalan yang sama, yakni menurunnya daya dukung lingkungan akibat kerusakan hutan yang terus terjadi.

Baca Juga :  Sampah Pendaki Gunung Kerinci Disorot, TNKS Siapkan Langkah Lebih Tegas

“Ini dua tanda dari satu masalah, yakni melemahnya daya dukung lingkungan akibat kerusakan hutan,” katanya.

Data pemantauan juga menunjukkan kemunculan titik panas sejak awal tahun. Sepanjang Januari hingga awal Maret 2026, indikasi hotspot terdeteksi di berbagai kawasan, mulai dari hutan produksi, hutan lindung, taman nasional hingga area penggunaan lain (APL).

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa jika kemarau berlangsung lebih panjang, potensi kebakaran besar seperti yang pernah terjadi sebelumnya bisa kembali terulang.

“Kalau kemarau ini semakin panjang, maka potensi kebakaran hutan akan semakin meluas. Ini yang harus kita waspadai sejak dini,” tegasnya.

Dampak Luas hingga Ancaman Krisis Iklim

Karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan. Dampaknya merambah ke berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan akibat paparan asap, kerugian ekonomi, hingga meningkatnya emisi karbon yang memperparah perubahan iklim.

Baca Juga :  Walikota Sungai Penuh Rakor bersama Menteri Pertanian 

Adi mengingatkan bahwa pendekatan penanganan tidak bisa hanya berfokus pada pemadaman api saat kebakaran terjadi. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama, terutama dengan menjaga kawasan hutan yang masih tersisa.

“Penanganan kebakaran tidak bisa hanya fokus pada pemadaman api. Ini persoalan yang lebih besar karena berdampak pada kesehatan, sosial, ekonomi, dan juga mempercepat krisis iklim,” jelasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, hutan memiliki peran vital sebagai penyangga sistem air. Ketika tutupan hutan berkurang, kemampuan tanah menyerap dan menyimpan air ikut menurun, sehingga memperbesar risiko kekeringan di musim kemarau.

Adi pun mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha, untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

“Menjaga hutan berarti menjaga air. Menjaga air berarti menjaga kehidupan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal masa depan,” pungkasnya.(Tim)

Berita Terkait

Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik Pascale baran 2026, Ini Rinciannya
Terminal Baru Bandara Depati Parbo Resmi Beroperasi, Ini Perubahan Pentingnya
Rencana Pembatasan BBM Subsidi 2026 Picu Antrean di SPBU
Target IP 300 di Tanjabtim Tersendat, Ini Kendala di Lapangan
Kota Jambi Raup Rp1,7 Triliun Dana Pusat untuk Pembangunan
Ekonomi Batang Hari 2025 Tumbuh 5,21 Persen, Kemiskinan Turun
Penyerahan LKPD 2025 Sungai Penuh ke BPK, Alfin Tekankan Akuntabilitas
Progres Dana Desa 2026 Kerinci-Sungai Penuh Tembus 248 Desa
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:00 WIB

Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik Pascale baran 2026, Ini Rinciannya

Rabu, 1 April 2026 - 18:00 WIB

Terminal Baru Bandara Depati Parbo Resmi Beroperasi, Ini Perubahan Pentingnya

Rabu, 1 April 2026 - 16:00 WIB

Rencana Pembatasan BBM Subsidi 2026 Picu Antrean di SPBU

Rabu, 1 April 2026 - 10:00 WIB

Target IP 300 di Tanjabtim Tersendat, Ini Kendala di Lapangan

Rabu, 1 April 2026 - 09:00 WIB

Kota Jambi Raup Rp1,7 Triliun Dana Pusat untuk Pembangunan

Berita Terbaru

Para pemain timnas Rep Ceko melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang timnas Denmark.

Olahraga

Ceko Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Tumbangkan Denmark

Rabu, 1 Apr 2026 - 17:00 WIB