KLIKINAJA – Laga final Gubernur Cup 2026 yang mempertemukan PS Kota Jambi melawan PS Merangin di Stadion Swarnabhumi, Minggu (25/1/2026), berubah dari duel prestisius menjadi pertandingan penuh emosi. Ketegangan yang sejak awal babak kedua terus meningkat akhirnya meledak dalam kericuhan besar jelang laga berakhir.
Ribuan penonton yang memadati stadion sempat di buat tegang ketika wasit menghentikan pertandingan akibat bentrok antar pemain. Situasi tersebut memaksa Gubernur Jambi Alharis turun langsung ke lapangan demi mencegah konflik meluas.
Merangin Menggila di Babak Kedua, Peluang Silih Berganti
Begitu peluit babak kedua di bunyikan, PS Merangin langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan di lancarkan tanpa henti ke lini pertahanan Kota Jambi yang terlihat lebih banyak bertahan.
Momen berbahaya terjadi pada menit ke-58. Rizki, pemain bernomor punggung 22, berhasil lolos dari kawalan dan melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Bola masih mampu di buang pemain belakang Kota Jambi sebelum berbuah gol.
Sepuluh menit berselang, giliran PS Kota Jambi menciptakan ancaman. Terjadi kemelut di depan gawang Merangin setelah serangan bertubi-tubi memaksa kiper bekerja ekstra. Refleks cepat sang penjaga gawang menjadi penyelamat yang membuat skor tetap bertahan.
Atmosfer stadion semakin panas seiring duel keras yang kian sering terjadi. Sorakan penonton berubah menjadi teriakan emosi, mencerminkan tekanan tinggi di lapangan.
Keributan Pecah, Alharis, Bupati dan Wali Kota Turun Menenangkan
Puncak ketegangan muncul pada menit ke-87. Kontak fisik antar pemain memicu adu mulut yang berkembang menjadi aksi saling dorong. Beberapa pemain cadangan dan ofisial ikut terpancing, membuat suasana tak terkendali. Wasit hentikan pertandingan demi meredam situasi.
Melihat kondisi genting tersebut, Gubernur Jambi Alharis langsung meninggalkan tribun kehormatan dan turun ke tengah lapangan. Ia menghampiri kedua tim, meminta pemain menahan emosi dan menghormati jalannya kompetisi.
Tak berselang lama, Bupati Merangin M Syukur dan Wali Kota Jambi Maulana turut menyusul ke lapangan. Ketiganya berupaya meredakan situasi, sekaligus menenangkan suporter yang mulai terpancing kericuhan.
Dalam arahannya, Alharis mengingatkan bahwa laga final ini di saksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PSSI. Ia menegaskan pentingnya menjaga citra daerah di mata nasional.
Alharis menuturkan bahwa Jambi tidak boleh dikenal sebagai wilayah yang gagal mengelola pertandingan secara sportif. Menurutnya, emosi sesaat bisa berdampak panjang terhadap kepercayaan federasi sepak bola kepada daerah.
Gubernur Cup selama ini di kenal sebagai ajang pembinaan talenta muda di Jambi. Insiden ini pun menjadi pengingat bahwa prestasi harus berjalan seiring dengan sportivitas.(Tim)









