KLIKINAJA – Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kota Jambi mulai merancang pola kerja sama lintas sektor yang diarahkan pada percepatan pembangunan serta penguatan ekonomi daerah. Langkah awal ini mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH dengan Wali Kota Jambi Dr. dr. Maulana, M.K.M yang berlangsung Senin (26/1).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis untuk menyatukan visi pembangunan dua kota dengan karakter wilayah yang saling melengkapi. Fokus pembahasan mengarah pada sektor pertanian berkelanjutan, pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Alfin memaparkan kekuatan geografis Sungai Penuh sebagai kawasan dataran tinggi yang selama ini menjadi lumbung pertanian dan perkebunan di wilayah Jambi bagian barat. Potensi tersebut, menurutnya, akan berkembang lebih cepat jika di dukung jejaring antar daerah, baik dari sisi distribusi hasil produksi, penguatan UMKM, maupun transfer inovasi pembangunan.
“Kami tidak ingin berjalan sendiri. Sinergi antar daerah akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Alfin.
Ia juga menekankan komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, memperluas akses layanan publik, serta memperkuat infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Pandangan serupa di sampaikan Wali Kota Jambi Maulana yang menilai Sungai Penuh sebagai mitra potensial dalam membangun ketahanan pangan regional dan destinasi wisata unggulan Provinsi Jambi. Ia melihat peluang besar kolaborasi antarkota untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, terutama berbasis kearifan lokal.
“Potensi Sungai Penuh sangat besar. Jika di kelola bersama, dampaknya akan terasa langsung bagi masyarakat kedua kota,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, hubungan antarpemerintah daerah perlu di arahkan pada program konkret seperti pertukaran sumber daya manusia, pendampingan sektor usaha produktif, hingga skema kerja sama investasi daerah.
Kolaborasi Lintas Wilayah Menghadapi Keterbatasan Fiskal Daerah
Tren kolaborasi lintas wilayah saat ini menjadi strategi penting dalam menghadapi keterbatasan fiskal daerah. Dengan berbagi sumber daya, akses pasar, serta pengalaman kebijakan, pemerintah kota mampu mempercepat pembangunan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pusat.
Bagi Sungai Penuh dan Jambi, kemitraan ini membuka peluang integrasi sektor hulu dan hilir, mulai dari produksi pertanian, pengolahan hasil, hingga pemasaran pariwisata.
Jika di rancang secara berkelanjutan, kerja sama ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang lebih merata dan tahan terhadap gejolak ekonomi nasional.
Ke depan, kedua pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti komunikasi awal ini dalam bentuk program kerja bersama yang terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat.(Tim)









