KLIKINAJA.COM – Mengantisipasi meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, Pertamina Patra Niaga mengambil langkah strategis dengan menambah pasokan LPG 3 kg secara nasional. Total tambahan yang di gelontorkan mencapai 23 juta tabung, menyasar berbagai daerah yang di prediksi mengalami kenaikan konsumsi.
Kebijakan ini di fokuskan untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada gas bersubsidi. Momentum libur panjang kerap di iringi peningkatan aktivitas memasak, baik di rumah maupun sektor usaha kecil.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa langkah ini di lakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas tanpa kendala energi.
“Penambahan ini kami lakukan agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan energi sehari-hari dengan nyaman, terutama di momen Ramadan hingga Idul Fitri,” ujarnya.
Distribusi Di perketat, Ribuan Agen Disiagakan
Tak berhenti pada penambahan stok, pengawasan distribusi juga di perkuat agar LPG subsidi benar-benar sampai ke kelompok yang berhak. Penyaluran yang tepat sasaran menjadi fokus utama guna mencegah potensi penyimpangan di lapangan.
Selama periode libur, sekitar 6.300 agen dan pangkalan tetap beroperasi untuk menjaga akses masyarakat terhadap LPG 3 kg. Kehadiran agen siaga ini menjadi kunci agar distribusi tidak terhambat meski aktivitas layanan terbatas di sejumlah sektor.
Di sisi lain, masyarakat di minta untuk tetap bijak dalam membeli LPG bersubsidi. Pembelian di anjurkan melalui pangkalan resmi agar harga yang di terima sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Antisipasi Lonjakan Konsumsi Saat Lebaran
Setiap tahun, konsumsi LPG 3 kg cenderung meningkat signifikan menjelang Lebaran. Tradisi berkumpul bersama keluarga hingga meningkatnya produksi makanan rumahan menjadi faktor utama lonjakan tersebut. Kondisi ini menuntut kesiapan distribusi yang lebih matang di banding hari biasa.
Langkah yang di ambil Pertamina Patra Niaga menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di sektor rumah tangga. Dengan tambahan pasokan dan pengawasan ketat, potensi kelangkaan dapat di tekan seminimal mungkin.
Bagi masyarakat, memahami peruntukan LPG subsidi juga menjadi hal penting. Gas melon di rancang khusus untuk kalangan tertentu, sehingga penggunaan yang tepat akan membantu menjaga ketersediaan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Upaya kolaboratif antara pemerintah, Pertamina, dan masyarakat di harapkan mampu menciptakan distribusi energi yang lebih adil dan merata, terutama di momen penting seperti Idul Fitri.(Tim)









