KLIKINAJA – Kota Jambi tengah diselimuti suasana duka setelah kabar wafatnya dr. Raden Bambang Priyanto pada Selasa (25/11/2025). Mantan Wali Kota Jambi yang dikenal sebagai sosok sederhana dan berdedikasi itu menghembuskan napas terakhirnya pada usia 76 tahun. Peristiwa ini segera menjadi perhatian publik, terutama bagi warga yang pernah merasakan masa kepemimpinannya.
Kepastian mengenai kabar duka tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi, Saleh Ridha. Ia menuturkan bahwa informasi meninggalnya Bambang Priyanto benar adanya. “Ya, beliau telah berpulang,” ujar Saleh saat dimintai keterangan. Pernyataan ini sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat beredar beberapa jam sebelumnya.
Bambang Priyanto lahir pada 30 September 1949 dan meniti karier sebagai dokter sebelum terjun ke dunia birokrasi. Pengabdiannya di dunia kesehatan menjadikannya dekat dengan masyarakat, terutama karena kepeduliannya terhadap layanan publik yang lebih humanis. Reputasi tersebut kemudian mengantarkannya menuju panggung politik lokal.
Pada 2008, Bambang Priyanto terpilih sebagai Wali Kota Jambi berpasangan dengan Sum Indra sebagai wakilnya. Pasangan ini diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan dilantik secara resmi oleh Gubernur Jambi saat itu, Zulkifli Nurdin. Prosesi pelantikan digelar dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Jambi pada 4 November 2008. Masa jabatan mereka berlangsung hingga 2013, sebuah periode yang diingat masyarakat sebagai masa pembenahan sejumlah layanan publik.
Selama memimpin kota, Bambang Priyanto dikenal tidak hanya sebagai pejabat, tetapi juga figur yang terbuka terhadap kritik. Kepribadian yang tenang dan kedekatannya dengan berbagai kalangan membuatnya dihormati, baik oleh rekan birokrat maupun masyarakat umum. Banyak pihak menilai bahwa latar belakangnya sebagai tenaga medis turut memengaruhi gaya kepemimpinannya yang memprioritaskan empati.
Berita kepergiannya pun menyebar cepat melalui media sosial dan jajaran pemerintahan daerah. Ungkapan belasungkawa datang dari berbagai pihak, termasuk mantan kolega serta warga yang pernah berhubungan langsung dengan almarhum. Tidak sedikit yang mengenang Bambang Priyanto sebagai pemimpin yang bekerja dengan hati dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah tokoh di Jambi menyampaikan doa dan penghormatan terakhir bagi almarhum. Pemerintah Kota Jambi juga menyampaikan rasa duka cita mendalam serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Informasi lanjutan mengenai prosesi pemakaman sedang dikoordinasikan oleh pihak keluarga dan pemerintah daerah.
Kepergian dr. Raden Bambang Priyanto menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Jambi. Jejak pengabdiannya, baik sebagai dokter maupun sebagai pemimpin daerah, meninggalkan warisan yang akan selalu dikenang.(Tim)









