Mayjen Reza Utama, Eks Dandim Kerinci yang Raih Pangkat Jenderal Bintang Dua

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Dunia militer di Kerinci kembali mendapat kabar membanggakan. Mochamad Reza Utama, perwira yang pernah memimpin Kodim 0417/Kerinci, resmi menutup masa dinasnya dengan menyandang pangkat mayor jenderal setelah meniti karier panjang di TNI Angkatan Darat. Kabar ini menjadi sorotan karena Reza dikenal luas sebagai sosok humanis dan dekat dengan masyarakat selama bertugas di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.

Reza pernah menjabat sebagai Dandim 0417/Kerinci pada masa Bupati Fauzi Siin. Gaya kepemimpinannya yang disiplin namun tetap merangkul warga membuatnya dikenang sebagai komandan yang mampu menjaga hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat.

Karier Panjang Seorang Perwira Lapangan

Lahir pada 1 Agustus 1966, Mochamad Reza Utama memulai perjalanan militernya setelah lulus dari Akademi Militer tahun 1988B. Perwira dari kecabangan Zeni (Kopassus) ini mengawali dinas aktif pada 1988 dan mengabdi selama 36 tahun hingga 2024.

Sejak awal karier, Reza dikenal sebagai prajurit lapangan yang memiliki spesialisasi di bidang Zeni tempur. Ia mengikuti beragam pendidikan militer, mulai dari Sus Sarcab Zeni, Dik Para Dasar, Dik Komando, Dik Pandu Udara, hingga berbagai kursus kepemimpinan seperti Diklapa I & II Zeni, Sesko AD, Sesko TNI, hingga Lemhannas RI. Beragam brevet yang ia kantongi—mulai dari Komando, Para Dasar, Air Borne, Jihandak, hingga Pandu Udara—menunjukkan kualitasnya sebagai prajurit komplet.

Baca Juga :  Dua Rumah di Pendung Hilir Hangus Terbakar

Jabatan Strategis dari Kopassus hingga Kostrad

Reza mengawali tugas sebagai perwira di Grup 2 Kopassus, salah satu satuan elite TNI AD. Ia kemudian memegang beragam jabatan penting, mulai dari Pasi hingga Kazi di beberapa grup Kopassus. Setelah naik pangkat mayor, kariernya semakin melesat dengan menduduki posisi strategis di lingkungan Kopassus dan Slogad.

Saat menyandang pangkat letnan kolonel, ia dipercaya memimpin Yon Zipur 9/Lang-Lang Buana Divif 1 Kostrad sebelum kemudian ditugaskan sebagai Dandim 0417/Kerinci (2005–2007). Penugasannya di Kerinci menjadi salah satu fase penting, karena di periode ini ia dikenal luas oleh tokoh daerah, pemerintah, dan masyarakat.

Naik ke pangkat kolonel, Reza menerima berbagai penugasan penting seperti Kazidam IV/Diponegoro, Aslog Kasdam III/Siliwangi, Danrem 081/Dhirotsaha Jaya, hingga Irdam V/Brawijaya. Kariernya terus berlanjut di lingkup staf ahli Kasad serta jabatan strategis lainnya seperti Dirbindiklat Pusziad.

Baca Juga :  Kerinci Satu dari Empat Daerah di Sumatera yang Terima PHTC 2026, RSUD Bukit Tengah Siap Naik Status ke Tipe C

Pada periode sebagai brigadir jenderal, Reza menjabat sebagai Dircab Pusziad, Kapok Sahli Pangkostrad, serta Staf Khusus Kasad. Kariernya mencapai puncak ketika ia meraih pangkat mayor jenderal dan ditempatkan sebagai Ir Kostrad sebelum kembali bertugas sebagai Staf Khusus Kasad pada tahun terakhir masa dinasnya.

Pengalaman Operasi dan Misi Internasional

Selain jabatan struktural, Reza juga terlibat dalam berbagai operasi. Ia tercatat mengikuti Operasi Seroja di Timor Timur pada 1994, bertugas dalam Misi PBB di Bosnia dan Herzegovina tahun 1996, serta terjun dalam operasi di Aceh pada 2006.

Kontribusinya di dunia internasional membuatnya menerima berbagai medali PBB, seperti UNCRO Medal dan UNTAES Medal. Beragam satyalancana turut diberikan negara sebagai bentuk penghargaan atas kedisiplinan dan loyalitasnya.

Teladan bagi Prajurit Muda

Kini, setelah puluhan tahun mengabdi, Reza memasuki masa purnawirawan dengan meninggalkan jejak panjang penuh dedikasi. Di Kerinci, namanya tetap menjadi salah satu figur militer yang dikenang karena kedekatannya dengan masyarakat. Perjalanan kariernya menjadi inspirasi bagi generasi muda TNI AD maupun masyarakat yang mengikuti kiprah dunia militer.(Tim)

Berita Terkait

BMKG Kerinci Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor
Kapan SK PPPK Paruh Waktu Kerinci Dibagikan, Ini Penjelasan BKPSDM
Sertifikat Lahan RSU Tipe C Siulak dan Gedung DPRD Kerinci Resmi Diterbitkan
Mobil Masuk Jurang di Perbatasan Kerinci – Merangin, Dua Korban Hilang Dicari SAR
Irigasi Rusak Imbas Proyek Jalan Bandara, Warga Empat Desa Tanco Cari Kepastian Kapan Perbaikan
H. Anto Terpilih Pimpin FORKI Kerinci, KONI Dorong Pembinaan Atlet
Setelah Dandim Cup 2025, Derby Kerinci Hilir – Tengah Kembali Hadir di Final Bupati Cup 2025
Trio Retro Viral di Medsos Usai Meramaikan Pawai Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2025

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 18:00 WIB

BMKG Kerinci Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor

Senin, 8 Desember 2025 - 13:00 WIB

Kapan SK PPPK Paruh Waktu Kerinci Dibagikan, Ini Penjelasan BKPSDM

Senin, 8 Desember 2025 - 10:00 WIB

Sertifikat Lahan RSU Tipe C Siulak dan Gedung DPRD Kerinci Resmi Diterbitkan

Senin, 8 Desember 2025 - 06:37 WIB

Mobil Masuk Jurang di Perbatasan Kerinci – Merangin, Dua Korban Hilang Dicari SAR

Minggu, 7 Desember 2025 - 18:00 WIB

Irigasi Rusak Imbas Proyek Jalan Bandara, Warga Empat Desa Tanco Cari Kepastian Kapan Perbaikan

Berita Terbaru

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sungai Penuh Yogi Purnomo menerima penghargaan dari Kejati Jambi.

Uncategorized

Kinerja Pidsus Kejari Sungai Penuh 2025 Jadi Terbaik di Jambi

Senin, 8 Des 2025 - 20:36 WIB

Cabai.

Uncategorized

Cara Menyimpan Cabai agar Awet 21 Hari, Anti Lembek dan Jamur

Senin, 8 Des 2025 - 20:13 WIB

Uncategorized

Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Tanjung Pauh Hilir

Senin, 8 Des 2025 - 19:20 WIB