Menkeu Purbaya Batasi Anggaran K/L, APBN Dijaga Ketat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA.COM – Pemerintah mulai mengerem pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L) sebagai langkah menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan ini muncul di tengah tekanan global yang meningkat, terutama di picu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa pembatasan ini di lakukan agar pengelolaan fiskal tetap disiplin dan tidak melebar di saat situasi ekonomi dunia belum sepenuhnya stabil.

“Saya akan batasi pengajuan anggaran baru. Untuk sementara, jangan di ajukan dulu,” kata Purbaya saat di temui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Sabtu.

Langkah tersebut berjalan beriringan dengan kebijakan efisiensi belanja di seluruh K/L. Pemerintah sebelumnya sempat mengusulkan pemangkasan anggaran sekitar 10 persen. Namun, angka itu masih terus di kaji dan belum menjadi keputusan final.

Efisiensi Anggaran Disisir Lebih Ketat

Purbaya mengungkapkan, proses efisiensi tidak berjalan sesuai harapan awal. Alih-alih mengurangi, sejumlah kementerian justru mengajukan tambahan anggaran. Kondisi itu membuat pemerintah mengambil alih kendali dalam menentukan besaran pemotongan.

Baca Juga :  Natanael Wiraatmaja, Siswa SD Bandung Raih 18 Medali dan Diundang NASA

“Awalnya kami minta efisiensi 10 persen, tapi yang terjadi justru pengajuan tambahan. Jadi sekarang kami yang akan tentukan pemotongannya, nanti kementerian tinggal menyesuaikan,” ujarnya.

Kementerian Keuangan kini mulai memilah pos belanja yang di nilai tidak mendesak. Fokus di arahkan pada program yang dampaknya minim atau membutuhkan waktu lama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kegiatan internal juga tak luput dari evaluasi. Rapat-rapat yang di anggap tidak menghasilkan dampak signifikan masuk dalam daftar yang bisa di tunda.

“Yang tidak jelas manfaatnya atau dampaknya kecil ke ekonomi, bisa kita tunda dulu,” tegas Purbaya.

Belanja Prioritas Tetap Jalan, Likuiditas Dijaga

Di tengah kebijakan penghematan, pemerintah memastikan belanja penting tetap berjalan. Program prioritas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan stabilitas ekonomi tidak akan terganggu.

“Kami pastikan belanja yang memang harus di lakukan tetap berjalan tepat waktu. Likuiditas ekonomi juga kami pantau setiap hari,” kata Purbaya.

Baca Juga :  Hari Keenam Pencarian, Enam Korban Pesawat ATR Ditemukan di Bulusaraung

Upaya menjaga likuiditas ini menjadi krusial agar aktivitas ekonomi tidak tersendat, terutama di tengah ketidakpastian global yang dapat memengaruhi arus investasi dan perdagangan.

Dalam pembahasan di lingkungan Istana beberapa waktu lalu, pemerintah juga menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar pemangkasan angka, melainkan penataan ulang prioritas belanja agar lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, muncul wacana pemotongan gaji menteri dan wakil menteri sebagai simbol solidaritas dalam penghematan anggaran negara. Purbaya menyambut baik usulan tersebut dan menilai langkah itu bisa memperkuat pesan disiplin fiskal di kalangan pejabat publik.

Menurutnya, pengelolaan APBN yang sehat tidak hanya bergantung pada kebijakan teknis, tetapi juga komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menahan belanja yang tidak produktif.

Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah memilih langkah hati-hati dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan ruang fiskal yang tetap terjaga, diharapkan Indonesia mampu menghadapi tekanan global tanpa mengorbankan program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.(Tim)

Berita Terkait

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global
Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat
Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital
IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis
Cara Daftar SPPI Kopdes Merah Putih 2026 Lengkap Syarat dan Jadwal
Kemenag Pantau Hilal di 117 Titik, Sidang Isbat Tentukan Idul Fitri 1447 H
Pemerintah Larang Siswa SD–SMA Gunakan Chatbot AI untuk Belajar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:00 WIB

Menkeu Purbaya Batasi Anggaran K/L, APBN Dijaga Ketat

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:37 WIB

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:00 WIB

Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:00 WIB

Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:00 WIB

IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026

Berita Terbaru

Nasional

Menkeu Purbaya Batasi Anggaran K/L, APBN Dijaga Ketat

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:00 WIB

Olahraga

PSG Hajar Nice 4-0, Kembali Puncaki Klasemen Ligue 1

Minggu, 22 Mar 2026 - 16:00 WIB