KLIKINAJA, JAMBI – Merangin membuka kiprahnya di Gubernur Cup 2026 dengan pernyataan tegas. Menghadapi Tebo, tim yang datang dengan status juara bertahan 2025, Merangin justru tampil tanpa beban dan menuntaskan laga dengan kemenangan meyakinkan 5-1 pada pertandingan kedua turnamen tersebut.
Sejak wasit meniup peluit awal, tempo pertandingan langsung meninggi. Kedua tim bermain terbuka, saling menekan, dan tidak menunggu lama untuk menciptakan peluang.
Tekanan Merangin lebih dulu berbuah hasil pada menit ke-15. Pemain bernomor punggung 22 lolos dari pengawalan lini belakang Tebo, bergerak di waktu yang tepat, lalu menaklukkan kiper lewat penyelesaian dingin. Gol itu mengubah atmosfer stadion dan mengangkat kepercayaan diri Merangin.
Tebo tidak tinggal diam. Lima menit berselang, peluang emas datang setelah bola mengenai tangan pemain Merangin di area terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan pemain nomor 9 menjalankan tugasnya dengan baik. Skor kembali seimbang 1-1, laga pun kembali terbuka.
Tekanan Merangin berlanjut. Pada menit ke-34, pelanggaran di dalam kotak penalti kembali terjadi, kali ini merugikan Tebo. Eksekusi penalti oleh pemain nomor 11 membawa Merangin kembali unggul 2-1.
Momentum semakin berpihak, dan menjelang turun minum, pemain nomor 22 kembali mencetak gol lewat sepakan dari dalam kotak penalti. Babak pertama di tutup dengan skor 3-1.
Memasuki babak kedua, Merangin tidak mengendurkan intensitas. Pola serangan cepat dari sisi sayap dan pergerakan tanpa bola menjadi pembeda. Pada menit ke-51, nomor 22 kembali mencatatkan namanya di papan skor, melengkapi hattrick sekaligus memperlebar jarak menjadi 4-1.
Dominasi Merangin benar-benar terasa ketika menit ke-59 pemain nomor 5 menambah gol lewat tembakan keras dari jarak dekat. Skor berubah menjadi 5-1, dan sejak itu jalannya pertandingan sepenuhnya berada dalam kendali Merangin.
Hingga peluit panjang di bunyikan, tidak ada gol tambahan. Kemenangan ini menjadi sinyal serius bahwa Merangin bukan sekadar peserta, melainkan penantang kuat di Gubernur Cup 2026.
Turnamen ini sendiri di kenal sebagai ajang pemanasan antardaerah yang kerap melahirkan talenta potensial sepak bola Jambi. Kemenangan besar atas juara bertahan memberi modal psikologis penting bagi Merangin, sekaligus peringatan bagi tim-tim lain yang akan bertemu mereka di fase berikutnya.(Tim)









